Tautan-tautan Akses

Polisi Tetapkan 2 Tersangka Teroris di Poso


Juru bicara polisi Brig. Gen. Boy Rafli Amar. (VOA/A. Waluyo)

Juru bicara polisi Brig. Gen. Boy Rafli Amar. (VOA/A. Waluyo)

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Boy Rafli Amar menjelaskan polisi telah menetapkan dua orang tersangka teroris yang diduga ikut dalam pelatihan militer di Gunung Biru, Poso, Sulawesi Tengah.

“Dalam razia yang dilakukan aparat kepolisian wilayah Poso dan tim Detasemen Khusus 88 pada Sabtu lalu ada dua orang yaitu berinisial I alias S dan AB, yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik kepolisian. Dari hasil pemeriksaan, keduanya terlibat dalam pelatihan teror di kawasan Gunung Biru, Poso,” ujarnya di Jakarta, Rabu (24/10).

Sementara itu, terkait dengan kasus teror bom di beberapa lokasi di Poso serta kasus penculikan dan pembunuhan dua anggota polisi yang terjadi sebulan terakhir, Boy mengatakan pihak penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap keduanya.

Lokasi pelatihan militer oleh kelompok ini, menurut Boy, tidak terlalu jauh dari kota Poso. Target pelatihan adalah untuk melakukan aksi-aksi teror di Poso dan sekitarnya, tambahnya.

“Gunung Biru merupakan terusan dari dusun Taman JK. Jadi kalo dari arah Palu sebelum tiba di kota Poso, kurang lebih 10-15 kilometer. Daerah ini diduga kuat digunakan sebagai tempat pelatihan teror yang dilakukan oleh kelompok-kelompok yang selama ini diindakasikan berada di Poso,” ujar Boy.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyad Mbai di Jakarta, Rabu, memastikan pelatihan militer itu adalah bagian dari rencana teror besar yang akan dilakukan di semua wilayah Indonesia, diantaranya yang terdekat adalah di Maluku.

“Yang sekarang ini adalah untuk mempersiapkan gelombang teror yang lebih besar yang akan dilakukan bukan hanya di Poso. Itu akan terjadi di mana-mana. Yang pasti yang terdekat adalah di Maluku. Yang di Maluku mempersiapkan senjata untuk digunakan di Sulawesi,” ujar Ansyad.

Boy mengatakan polisi bersama pemerintah daerah, militer dan pemuka agama saat ini terus melakukan upaya pemulihan rasa aman dan nyaman di tengah masyarakat Poso, Sulawesi Tengah. Menurut Boy, peristiwa ledakan bom dan pembunuhan polisi telah menyebabkan keresahan di masyarakat.

“Masalah ini terus kita komunikasikan ke masyarakat. Kita berharap, walau diguncang adanya aksi provokasi, masyarakat tetap bekerja sama dengan petugas kepolisian beserta tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh agama,” ujarnya.
XS
SM
MD
LG