Tautan-tautan Akses

Polisi Tahan 2 Orang, Sita Senjata dan Bom di Poso


Sejumlah anggota Brimob mengawal ketat olah TKP yang digelar Kepolisian Poso, Rabu, 26 Februari 2014. (VOA/Yoanes Litha).
Sejumlah anggota Brimob mengawal ketat olah TKP yang digelar Kepolisian Poso, Rabu, 26 Februari 2014. (VOA/Yoanes Litha).

Kedua orang itu memiliki senjata api dan diduga sebagai kurir dari kelompok yang diidentifikasikan sebagai kelompok Daeng Koro.

Polisi di Poso, Sulawesi Tengah, telah menangkap dua orang serta sejumlah barang bukti, diantaranya berupa senjata dan bom, menyusul pengejaran terhadap kelompok bersenjata yang sebelumnya terlibat baku tembak dengan satu kompi Brimob di Pegunungan Langka dusun 1 Gayatri, desa Maranda, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Senin (3/3).

Kepala Kepolisian Resor Poso AKBP Susnadi, mengatakan Selasa, bahwa kedua orang yang ditangkap itu berinisial R dan A, dan kini masih dalam pemeriksaan intensif di markas Kapolres Poso.

"Keterlibatannya dia (mereka) memiliki senjata api, kemudian dia sebagai kurir dari kelompok yang diidentifikasikan sebagai kelompok dari Daeng Koro,” ujarnya.

AKBP Susnadi menjelaskan pihaknya sejauh ini telah mengamankan satu pucuk senjata api jenis revolver, 42 butir peluru kaliber 38, serta satu buah bom rakitan yang dikemas dalam sebuah wadah Tupperware.

Polisi masih melakukan penyisiran, yang melibatkan dua kompi Brimob, anjing pelacak dan
anggota Detasemen Khusus 88 Antiteror.

Lokasi Baku tembak di pegunungan Langka di Poso Pesisir Utara itu disebutkan berada sekitar 15 km dari jalan Utama Trans Sulawesi di desa Maranda, menyusul laporan masyarakat mengenai aktivitas orang yang mencurigakan.

Baku tembak tersebut menyebabkan dua anggota Brimob, Bharada Syamsu Alam dan Bripda Bahar, terluka. Kedua Anggota Brimob yang sempat di rawat di RSUD Poso itu kemudian dirujuk untuk perawatan lebih lanjut di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulawesi Tengah di Palu.

Recommended

XS
SM
MD
LG