Tautan-tautan Akses

Polisi Swiss Tangkap Para Pejabat FIFA dalam Kasus Korupsi di AS


Papan di luar Hallenstadion, tempat Kongres FIFA ke-65 di Zurich, Swiss (26/5).

Papan di luar Hallenstadion, tempat Kongres FIFA ke-65 di Zurich, Swiss (26/5).

Para pejabat AS mengatakan dakwaan termasuk korupsi atas lebih dari 10 pejabat FIFA dan sebagai hasil investigasi bertahun-tahun.

Polisi di Swiss menahan beberapa pejabat senior badan pengelola sepakbola dunia (FIFA), Rabu (27/5), terkait dengan tuduhan yang diperkirakan akan diumumkan oleh Departemen Kehakiman AS pada hari yang sama.

Penahanan pada dini hari di Zurich tersebut terjadi saat para pejabat FIFA berkumpul untuk pertemuan minggu ini, termasuk sebuah sesi untuk memilih presiden kelompok tersebut.

Pihak berwajib AS mengatakan dakwaan termasuk tuduhan-tuduhan korupsi terhadap lebih dari 10 pejabat FIFA dan sebagai hasil investigasi selama bertahun-tahun.

Departemen Kehakiman Swiss mengatakan, enam pejabat ditangkap hari Rabu (27/5), sambil menanti ekstradisi ke Amerika Serikat. Dikatakan, tuduhan termasuk pembayaran lebih dari $100 juta dari perwakilan perusahaan media olahraga tersebut untuk mendapatkan "hak-hak peliputan media, pemasaran dan sponsor, sehubungan dengan turnamen-turnamen sepak bola di Amerika Latin."

Presiden FIFA Sepp Blatter tidak termasuk yang ditangkap. Ia akan maju lagi dalam pemilihan untuk masa jabatan kelima, Jumat mendatang.

Tuduhan-tuduhan tersebut merupakan dugaan korupsi terbaru yang melibatkan FIFA di bawah kepemimpinan Blatter. Kompetisi penawaran untuk Piala Dunia 2018 dan 2022 telah memicu investigasi oleh komite etika kelompok tersebut, yang menyimpulkan bulan November bahwa hanya ada pelanggaran-pelanggaran etika "terbatas" dan tidak ada bukti yang cukup atas penyuapan.

Rusia akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018 dan Qatar untuk acara 2022.

Laman FIFA menekankan komitmennya terhadap etika, termasuk sistem rahasia untuk melaporkan kesalahan dan apa yang disebut sebagai kebijakan "toleransi nol" untuk segala bentuk korupsi. Laman tersebut menambahkan bahwa para pejabat telah menghadapi "pemeriksaan integritas" untuk memastikan mereka diperiksa secara benar sebelum diberikan tanggung jawab.

XS
SM
MD
LG