Tautan-tautan Akses

Polisi Swiss Geledah Markas UEFA


Gianni Infantino dari Swiss terpilih sebagai Presiden FIFA pada Kongres di Zurich, Swiss, 26 Februari lalu (foto: dok).

Gianni Infantino dari Swiss terpilih sebagai Presiden FIFA pada Kongres di Zurich, Swiss, 26 Februari lalu (foto: dok).

Polisi Swiss menggeledah markas UEFA, setelah nama mantan sekjen UEFA yang kini menjadi Presiden FIFA, Gianni Infantino ada dalam bocoran dokumen “Panama Papers”.

Polisi di Swiss hari Rabu (6/4) menggeledah markas badan sepakbola Eropa – UEFA, setelah nama mantan sekjennya Gianni Infantino ada dalam bocoran dokumen yang disebut “Panama Papers” itu. Gianni Infantino terpilih sebagai Presiden Federasi Sepakbola Internasional (FIFA) pada Kongres 26 Februari lalu.

“UEFA bisa mengukuhkan bahwa hari ini kami menerima kedatangan beberapa petugas Polisi Federal Swiss yang bertindak berdasarkan surat perintah,” ujar UEFA dalam pernyataannya.

UEFA mengatakan telah menyerahkan bukti yang merinci kontrak hak siaran televisi Liga Champions antara UEFA dan dua badan pemasaran bayangan di luar negeri yang sebelumnya terlibat dalam skandal korupsi FIFA. Infantino kini bertindak sebagai kepala UEFA.

Lebih jauh UEFA mengatakan “kini memberikan seluruh dokumen yang relevan kepada polisi federal” dan pihak berwenang Eropa akan “bekerjasama penuh” dalam penyelidikan tersebut.

Kontrak yang dipertanyakan itu adalah hak bagi TV Ekuador untuk menyiarkan final Liga Champions UEFA pada tahun 2006 dan 2009. Infantino ketika itu menjabat sebagai kepala departemen hukum UEFA dan menandatangani kontrak-kontrak tersebut.

Dua pebisnis Argentina yang ikut menandatangani kontrak dengan Infantino baru-baru ini didakwa oleh jaksa federal Amerika karena peran mereka dalam skandal korupsi FIFA.

Perusahaan bayangan di luar negeri – Cross Trading – membeli hak siar televisi pertandingan Liga Champions UEFA seharga 111.000 dolar dan kemudian menjual hak itu kepada Teleamazoneas – sebuah badan penyiaran Ekuador – senilai 311,170 dolar. Pada saat bersamaan Cross Trading membeli hak siaran televisi UEFA Super Cup senilai 28.000 dolar dan menjualnya kepada Teleamazonas seharga 126.200 dolar.

Dokumen-dokumen kontrak itu merupakan sebagian dari bocoran dokumen internal besar-besaran Mossack Fonseca – sebuah firma hukum di Panama yang membantu memfasilitasi pembentukan perusahaan-perusahaan bayangan, seperti Cross Trading, di mana orang-orang kaya dan berkuasa bisa menginvestasikan uang mereka guna menghindari pembayaran pajak. [em]

XS
SM
MD
LG