Tautan-tautan Akses

Polisi Spanyol Tangkap Masinis Terkait Kecelakaan Kereta Api


Sebuah kereta api penumpang melintasi kereta naas yang masih teronggok di sisi rel kereta api dekat stasiun di Santiago de Compostela, Spanyol Utara (27/7).

Sebuah kereta api penumpang melintasi kereta naas yang masih teronggok di sisi rel kereta api dekat stasiun di Santiago de Compostela, Spanyol Utara (27/7).

Kepolisian Spanyol mengatakan mereka telah menangkap masinis kereta api cepat yang mengalami kecelakaan hari Rabu dan menewaskan sedikitnya 78 orang.

Pihak berwenang mengatakan mereka sedang melakukan penyelidikan atas Fransiskusco Jose’ Garzon’ Amo dengan tuduhan kecerobohan kriminal, Sabtu (27/7).

Masinis berusia 52 tahun itu ditangkap hari Jum’at di rumah sakit dimana ia dirawat akibat luka-luka dalam kecelakaan itu.

Beberapa laporan mengatakan kereta api naas itu mungkin telah melakukan perjalanan dengan kecepatan dua kali lipat dari batas kecepatan yang diperkenankan yaitu 80 kilometer per jam, ketika berbelok di sebuah lintasan di luar kota Santiago de Compostela dan terguling.

Pihak berwenang akan mempelajari data-data yang direkam oleh “kotak hitam” kereta api itu, yang kini sudah berada di tangan tim penyelidik.

Perusahaan kereta api negara “Renfe” mengatakan Garzon sudah bekerja di perusahaan itu selama 30 tahun dan memiliki pengalaman mengemudikan kereta api cepat selama lebih dari sepuluh tahun.

Media Spanyol melaporkan masinis itu telah menyombongkan diri tentang kecepatan kereta api yang pernah dibawanya, dengan memasang satu foto di Facebook-nya yang memperlihatkan speedometer kereta api berada pada angka 200 kilometer per jam, disertai komentar Garzon yang mengatakan “saya pernah mengemudi dengan kecepatan ini, saya tidak bisa lebih cepat atau saya akan didenda”. Foto dan komentar ini sekarang telah dihapus dari Facebook.

Pihak berwenang Spanyol telah membuka dua penyelidikan terkait kasus ini, satu penyelidikan dilakukan pihak kehakiman berwenang dan penyelidikan lainnya oleh departemen pekerjaan umum.

Petikan gambar CCTV memperlihatkan kereta yang sedang melakukan perjalanan dari Madrid menuju kota pelabuhan Ferol Rabu malam, menghantam tembok di salah satu sisi lintasan dan gerbong pertamanya terguling.

Lebih dari 140 orang luka-luka akibat kecelakaan itu dan beberapa diantaranya masih belum bisa diidentifikasi. Pihak berwenang mengatakan jumlah korban tewas mungkin akan bertambah.

Kecelakaan ini merupakan salah satu kecelakaan kereta api terburuk dalam sejarah Spanyol. Tahun 1944 tiga kereta api bertabrakan di sebuah terowongan, menewaskan ratusan orang. Tahun 1972, sedikitnya 86 orang tewas dalam sebuah kecelakaan di Spanyol barat daya.

Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy yang dilahirkan di Santiago de Compostela, hari Kamis mengunjungi lokasi kejadian dan rumah sakit dimana sebagian besar korban luka-luka dirawat. Ia mengumumkan hari berkabung nasional selama tiga hari untuk menghormati para korban.

Hari Kamis para pekerja menggunakan derek untuk memindahkan kereta api dari lokasi kecelakaan,

Bencana itu terjadi pada puncak festival tahunan Santo James, salah satu murid Yesus, yang jasadnya dikebumikan di sebuah katedral tua di Santiago. Kuil ini adalah tujuan ziarah terkenal El Camino de Santiago.
XS
SM
MD
LG