Tautan-tautan Akses

Polisi Perancis Gunakan DNA untuk Identifikasi Penyerang Gereja 


Polisi Perancis menutup akses ke lokasi serangan gereja di Normandy, Perancis Selasa (26/7).

Polisi Perancis menutup akses ke lokasi serangan gereja di Normandy, Perancis Selasa (26/7).

Polisi di Perancis resmi mengidentifikasi lelaki kedua yang terlibat dalam serangan brutal terhadap gereja awal pekan ini, yang menewaskan seorang pastor.

Abdel Malik Petitjean lahir di Perancis Timur dan diawasi pihak berwenang setelah ia berusaha pergi ke Suriah. Polisi dapat mengidentifikasinya setelah ibunya memberikan sampel DNA.

Petitjean dan Adel Kermiche, keduanya berusia 19 tahun, menyerbu gereja Saint-Etienne-du-Rouvray di Perancis Utara pada misa pagi hari Selasa (26/7) lalu, dengan menggorok pastor yang berusia 86 tahun dan menyandera lima orang lainnya. Kedua pelaku akhirnya ditembak mati oleh polisi dan salah seorang sandera masih dalam kondisi serius.

Kermiche sedang menunggu sidang untuk diadili dengan tuduhan terkait terorisme, dan mengenakan gelang pelacak elektronik pada waktu melancarkan serangan.

Kelompok jihadis ISIS melansir video yang memperlihatkan kedua pelaku memegang spanduk ISIS dan menyatakan sumpah setia mereka kepada pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi. [uh/ab]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG