Tautan-tautan Akses

Polisi Perancis Bebaskan Istri Penyerang di Nice


Penyerang di kota Nice, Perancis, Mohamed Bouhlel (31 tahun), diketahui bukanlah seorang Muslim yang taat (foto: dok).
Penyerang di kota Nice, Perancis, Mohamed Bouhlel (31 tahun), diketahui bukanlah seorang Muslim yang taat (foto: dok).

Polisi Perancis hari Minggu (17/7) membebaskan istri sopir truk yang menabrak hampir 300 orang yang sedang merayakan Hari Bastille di daerah wisata Perancis, Nice.

Polisi Perancis masih menginterogasi enam lainnya untuk mengetahui apakah penyerang bertindak sendiri.

Perempuan yang dibebaskan itu, ibu dari tiga anak dari pelaku serangan di Nice, Mohamed Lahouaiej Bouhlel, ditangkap hari Jumat (15/7). Perempuan, yang sudah berpisah tetapi belum resmi bercerai dari Bouhlel, itu ditahan beberapa jam setelah Bouhlel mengendarai truk pendingin berbobot 19 ton dengan kecepatan 90 kilometer per jam di jalan tepi pantai Laut Tengah, Promenade des Anglais, di Nice, menabrak dan menggilas orang sejauh dua kilometer.

Dari enam orang yang masih ditahan adalah seorang laki-laki dan seorang perempuan yang ditangkap hari Minggu, tetapi polisi tidak memberi indikasi mengapa mereka ditahan.

Di Perancis kemarin adalah hari kedua dari tiga hari berkabung nasional bagi 84 orang, termasuk 10 anak, yang tewas dalam serangan itu dan lebih dari 200 luka-luka. Menurut pihak berwenang, 85 orang masih dirawat di rumah sakit, 18 di antaranya dalam kondisi kritis.

Dalam pernyataan yang terbit di medianya, kelompok teroris ISIS mengklaim bertanggungjawab atas serangan hari Kamis itu, dan menyebut penyerang sebagai seorang "pejuang."

Belum jelas apakah, warga Perancis asal Tunisia itu, punya hubungan langsung dengan ISIS.

Menurut Perdana Menteri Perancis Manuel Valls, pihak berwenang "kini tahu bahwa pembunuh itu dipengaruhi dengan sangat cepat." Tetapi pihak berwenang menyatakan penyerang itu "benar-benar tidak dikenal" oleh badan intelijen Perancis.

Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry mengatakan pihak berwenang Amerika juga tidak mengenal orang itu.

Sampai hari Minggu, tak ada bukti yang menunjukkan perubahan mendadak Bouhlel dari orang yang sebelumnya tidak secara jelas menunjukkan ketertarikan pada Islam.

Kerabat dan teman-teman mengatakan, mereka mengenal Bouhlel, usia 31 tahun, sebagai orang yang, setidaknya sampai belakangan ini, minum alkohol, mengisap ganja dan makan babi, yang tidak mungkin dilakukan Muslim yang taat. [ka/ii]

Recommended

XS
SM
MD
LG