Tautan-tautan Akses

Polisi Mesir Tembakkan Gas Air Mata ke Arah Demonstran


Para pengunjuk rasa berlindung di balik potongan pagar saat polisi melemparkan gas air mata di lapangan Tahrir, Cairo, Mesir (20/11).
Para pengunjuk rasa berlindung di balik potongan pagar saat polisi melemparkan gas air mata di lapangan Tahrir, Cairo, Mesir (20/11).

Ribuan pengunjuk rasa anti-pemerintah Mesir bertahan di lapangan Tahrir, Cairo dengan berkemah dan memblokade jalan meskipun polisi berusaha membubarkan mereka dengan menembakkan gas air mata.

Polisi Mesir menembakkan gas air mata ke arah ribuan demonstran anti-pemerintah yang berusaha mendirikan kamp protes di Cairo, untuk mendesak penguasa militer Mesir melakukan reformasi demokrasi yang lebih cepat.

Seorang koresponden VOA mengatakan para demonstran di Lapangan Tahrir, Cairo berlari mencari perlindungan, hari Minggu, sementara polisi melepaskan gas air mata dalam upaya membubarkan mereka. Tetapi, ribuan demonstran anti-pemerintah bertahan menguasai lapangan tersebut, sebagian dengan berkemah dan yang lainnya dengan memblokade lalu lintas.

Semakin banyak aktivis anti-pemerintah yang berusaha berpawai menuju lokasi tersebut tetapi polisi menghalau mereka. Sehari sebelumnya, polisi sempat membersihkan Lapangan Tahrir dari para demonstran dengan menggunakan peluru karet, gas air mata dan pentungan, sementara sebagian demonstran membalas dengan melemparkan potongan-potongan beton jalan dan membakar sebuah mobil polisi.

Pejabat Kementerian Kesehatan Mesir mengatakan seorang demonstran usia 23 tahun tewas akibat luka tembak dan 676 lainnya luka-luka, termasuk puluhan polisi dan beberapa wartawan. Beberapa orang dirawat karena cedera pada bagian mata terkena tembakan peluru karet.

Polisi Mesir mundur dari lapangan itu Sabtu malam sementara ribuan demonstran anti-pemerintah mengalir kembali ke wilayah itu, yang menjadi pusat pemberontakan 18 hari yang menyingkirkan pemimpin Mesir Hosni Mubarak pada bulan Februari.

XS
SM
MD
LG