Tautan-tautan Akses

Polisi Liberia Bubarkan Protes Karantina Ebola


Warga di kawasan West Point, Monrovia memrotes karantina ebola terhadap permukiman mereka, Rabu (20/8).

Warga di kawasan West Point, Monrovia memrotes karantina ebola terhadap permukiman mereka, Rabu (20/8).

Para demonstran di Monrovia hari Rabu (20/8) marah karena pemerintah mengarantina kawasan permukiman mereka untuk mencegah wabah Ebola.

Polisi di Liberia telah menembakkan gas air mata ke arah para demonstran yang marah karena pemerintah mengarantina terhadap kawasan permukiman mereka untuk mencegah penyebaran Ebola.

Warga kawasan West Point di Monrovia berteriak dan melemparkan batu ke arah pasukan keamanan setelah pasukan itu mengepung kawasan itu hari Rabu (20/8).

Sejumlah orang mengeluh bahwa mereka tidak diberi peringatan sebelumnya mengenai kebijakan karantina itu dan menyatakan kekhawatiran bahwa mereka akan kesulitan mendapatkan makanan.

Presiden Ellen Johnson Sirleaf memerintahkan pengarantinaan kawasan West Point pada hari Selasa. Ia juga mengarantina sebagian wilayah Kabupaten Margibi.

Dalam pidatonya Selasa malam, ia mengatakan langkah itu dimaksudkan untuk menyelamatkan nyawa. Ia juga mengatakan, pemerintahnya kesulitan mengontrol penyebaran Ebola, karena banyak penderitanya menolak mengakui, praktik penguburan turun-temurun dan pengabaian saran kesehatan dari para pekerja kesehatan.

Sebelumnya pekan ini, sejumlah pasien yang diduga mengidap Ebola melarikan diri dari pusat perawatan kesehatan West Point setelah tempat itu diserang dan dijarah segerombolan orang. Pemerintah mengatakan, Selasa, mereka bertanggungjawab atas ke-37 pasien di tempat itu.

Liberia mencatat jumlah kematian tertinggi di antara empat negara Afrika Barat yang dilanda wabah Ebola.

Pada hari Selasa, WHO mengatakan, 466 orang di negara itu tewas akibat Ebola dan lebih dari 800 lainnya dikukuhkan atau diduga mengidap virus itu.

XS
SM
MD
LG