Tautan-tautan Akses

Polisi Korea Selatan Selidiki Hubungan Penyerang Dubes AS dengan Korea Utara


Kim Ki-jong, tersangka penyerang Dubes AS Mark Lippert, (duduk di kursi roda) dikawal ketat polisi saat meninggalkan kantor polisi di Seoul (6/3).

Kim Ki-jong, tersangka penyerang Dubes AS Mark Lippert, (duduk di kursi roda) dikawal ketat polisi saat meninggalkan kantor polisi di Seoul (6/3).

Kantor berita resmi Pyongyang, KCNA, menyebut serangan itu "hukuman yang pantas" dan sebuah “ekspresi perlawanan” yang sah terhadap latihan militer AS dan Korea Selatan yang sedang berlangsung.

Polisi Korea Selatan mengatakan Jumat (6/3), mereka sedang menyelidiki kemungkinan kaitan antara pemerintah Korea Utara dan pria yang menyerang dutabesar AS untuk Seoul.

Pihak berwenang juga mengatakan Kim Ki-jong yang berumur 55 tahun itu menghadapi kemungkinan dakwaan usaha pembunuhan setelah menyayat Duta Besar Mark Lippert di mukanya dengan sebilah pisau kecil, mengakibatkan luka yang memerlukan 80 jahitan.

Berbicara dari kursi rodanya hari Jumat (6/3), tersangka memberitahu wartawan di Seoul, dia “tidak menerima arahan" dari Korea Utara. Kantor berita resmi Pyongyang, KCNA, menyebut serangan itu "hukuman yang pantas" dan sebuah “ekspresi perlawanan” yang sah terhadap latihan militer AS dan Korea Selatan yang sedang berlangsung.

Juru bicara Kementerian Unifikasi Korea, Lim Byeong-cheol, menyebut insiden tersebut tidak dapat ditolerir dan mengecam keras Korea Utara yang memutarbalikkan fakta dan mendukung tindakan semacam itu. Yoon Myeong-seong, kepala polisi Seoul, mengungkapkan, tersangka telah mengunjungi Korea Utara sekitar tujuh kali antara tahun 1999 dan 2007.

Duta Besar Lippert, hari Kamis, mengatakan dia "dalam kondisi dan semangat yang baik," kemudian menulis di Twitter bahwa ia dan keluarganya sangat terharu atas ungkapan dukungan yang besar dan bahwa ia akan segera kembali bekerja memajukan hubungan AS - Korea Selatan.

XS
SM
MD
LG