Tautan-tautan Akses

Polisi Kawal Tim Medis Ebola di Liberia


Petugas kesehatan menyemprotkan cairan pembunuh kuman, di luar komplek rumah sakit di Kenema, Sierra Leone (foto: dok).

Petugas kesehatan menyemprotkan cairan pembunuh kuman, di luar komplek rumah sakit di Kenema, Sierra Leone (foto: dok).

Ini adalah salah satu langkah yang diumumkan Liberia hari Rabu (30/7), setelah laporan serangan atas para petugas kesehatan keliling.

Liberia mengatakan polisi akan mengawal tim-tim medis setelah beberapa petugas kesehatan diserang ketika sedang mengobati atau mengubur mayat korban wabah Ebola yang kian meluas.

Ini adalah satu dari sejumlah langkah baru yang diumumkan pemerintah Liberia hari Rabu, sementara negara-negara di Afrika Barat bergelut untuk mengekang wabah itu yang telah menyebar ke empat negara dan menewaskan hampir 700 orang.

Dalam satu insiden, warga distrik Lofa di Liberia utara membakar ambulans yang digunakan untuk mengangkut pekerja medis yang hendak membantu penguburan. Warga menuduh para petugas itu menyebarkan Ebola.

Para pekerja kesehatan di sana menghadapi warga yang tidak mau bekerjasama, sementara banyak penderita Ebola dirawat di rumah sendiri dan bukan dibawa ke rumah sakit untuk diisolasi. Lainnya mengabaikan peringatan agar mengenakan perlengkapan pelindung ketika mengubur jenazah korban Ebola.

Belum ada vaksin atau penangkal Ebola, yang gejalanya mencakup demam, muntah-muntah, diare, nyeri otot dan pendarahan tak berhenti dari mata, telinga dan hidung.

Menurut Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO), jumlah penderita Ebola di Afrika Barat telah melampaui 1.200 orang dan 672 telah meninggal di Guinea, Liberia dan Sierra Leone.

XS
SM
MD
LG