Tautan-tautan Akses

Polisi Israel Keliru Tembak, Migran Eritrea Tewas


Seorang korban yang terluka saat aksi penembakan berlangsung di di stasiun bis pusat di kota Beersheba (18/10), mendapatkan perawatan medis (Foto: dok).

Seorang korban yang terluka saat aksi penembakan berlangsung di di stasiun bis pusat di kota Beersheba (18/10), mendapatkan perawatan medis (Foto: dok).

Para pejabat keamanan Israel hari Senin mengidentifikasi pelaku penikaman sebagai seorang warga Arab Israel berusia 21 tahun yang tidak memiliki catatan aktivitas militan sebelumnya.

Seorang migran Eritrea tewas hari Minggu akibat ditembak polisi Israel, setelah seorang lelaki lain menewaskan seorang tentara Israel dan melukai 10 lainnya dalam serangan penikaman.

Polisi menyatakan, tentara menembak migran Eritria itu karena keliru mengiranya sebagai penyerang ke-dua. Laporan media menyebutkan orang itu juga dipukuli oleh massa Israel di lokasi kejadian.

Para pejabat keamanan Israel hari Senin mengidentifikasi pelaku penikaman sebagai seorang warga Arab Israel berusia 21 tahun yang tidak memiliki catatan aktivitas militan sebelumnya.

Serangan di stasiun bus utama di Beersheba itu adalah insiden tunggal yang paling banyak menimbulkan korban dalam serangan kekerasan dua pekan terhadap warga Israel yang menyebabkan delapan warga Israel dan 41 Palestina tewas.

Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry hari Senin menyerukan semua pihak agar menahan diri, sewaktu ia bersiap-siap untuk bertemu secara terpisah dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas pekan ini.

“Kami ingin ketenangan dipulihkan dan kekerasan dihentikan, dan saya kira semua orang di Israel dan kawasan ingin melihat kedua hal itu terjadi,” ujar Kerry. Ia menambahkan bahwa Israel berhak melindungi rakyatnya dari kekerasan secara acak.

Gelombang serangan warga Palestina terhadap warga Israel dimulai sewaktu desa-desas beredar di daerah-daerah Palestina bahwa Israel berencana akan mengambil alih sebuah tempat di Yerusalem Timur yang dianggap suci oleh umat Islam dan Yahudi. Muslim menyebutnya sebagai masjid al-Aqsa dan Yahudi menyebutnya sebagai Temple Mount.

Kerry hari Senin mengatakan Israel telah menjelaskan kepadanya bahwa mereka tidak berniat mengubah ketentuan yang telah lama berlaku mengenai siapa yang dapat dan tidak dapat beribadah di tempat suci itu.

Israel menuding Hamas, Otorita Palestina dan kelompok Gerakan Islam yang menyebarkan kebohongan mengenai Israel dan menghasut para pemuda agar melakukan kerusuhan.

Tetapi warga Palestina telah bosan dengan bayangan perdamaian yang suram, kurangnya peluang ekonomi dan aktvitas permukiman Yahudi di daerah-daerah yang mereka inginkan sebagai negara Palestina kelak.

Israel menyatakan permukiman itu diperlukan demi keamanannya dan bahwa tidak akan ada perdamaian tercapai sebelum Palestina mengakui hak Israel untuk eksis. [uh]

XS
SM
MD
LG