Tautan-tautan Akses

Polisi Geledah Kantor Uber di Hong Kong, Tahan 5 Pengemudi


Kantor pusat Uber di San Francisco, California.

Kantor pusat Uber di San Francisco, California.

Polisi menggerebek kantor jasa taksi panggilan Uber di Hong Kong, Selasa (11/8) dan menahan lima pengemudi atas penggunaan "kendaraan untuk disewa secara ilegal," menurut polisi.

Inspektur senior polisi Hong Kong, Bruce Hung, mengatakan sejumlah petugas polisi yang menyamar menggunakan aplikasi Uber untuk memanggil lima kendaraan, dan setelah diantar ke tempat tujuan, menahan pengemudinya.

Para pengemudi tidak memiliki izin yang dibutuhkan ataupun asuransi bagi penumpang, ujarnya.

Ongkos Uber para polisi yang mengendarai Uber itu telah dibayar dengan kartu kredit, menurut Hung.

Polisi juga menggeledah dua kantor di Hong Kong hari Selasa, termasuk setidaknya satu kantor Uber, menurut juru bicara polisi kepada Reuters. Polisi juga terlihat dalam laporan televisi lokal menyita sejumlah dokumen, komputer dan iPad.

Setidaknya tiga staf Uber ditahan polisi, menurut sebuah stasiun televisi kabel di Hong Kong.

Polisi Hong Kong menindak Uber setelah supir taksi di bekas koloni Inggris yang kini diperintah oleh China, menggelar aksi protes terhadap jasa layanan online ini yang disebut menghambat mata pencaharian mereka.

Uber belum memberikan komentar mengenai penahanan ini.

Di bulan Mei, pihak berwenang di China menggeberek kantor Uber atas dugaan "operasi tanpa izin."

Uber, yang telah dinilai sebesar $51 miliar, termasuk sebagai pendatang baru di China, di mana pengguna aplikasi untuk memanggil taksi diperkirakan akan mencapai 45 juta orang tahun ini, tiga kali lipat dari tahun 2013, menurut sebuah lembaga riset iResearch.

Aplikasi lokal, Kuaidi Dache dan Didi Dache, yang didukung oleh raksasa teknologi China, Alibaba dan Tencent, menguasai 90 persen pangsa pasar. Keduanya sudah menyebut kemungkinan akan melakukan merger.

XS
SM
MD
LG