Tautan-tautan Akses

Polisi Filipina Tewaskan Tersangka Teroris Malaysia


Seorang polisi Filipina memerikas bom rakitan (IED) yang ditemukan berada di dalam ransel milik warga Malaysia anggota Jemaah Islamiyah, Sabtu (15/12). Tersangka teroris bernama Mohamad Nur Fikri Bin Abu Kahar, ditembak mati polisi setempat setelah yang bersangkutan berusaha meledakkan bom tersebut di kota Davoa, Jum'at (14/12).

Seorang polisi Filipina memerikas bom rakitan (IED) yang ditemukan berada di dalam ransel milik warga Malaysia anggota Jemaah Islamiyah, Sabtu (15/12). Tersangka teroris bernama Mohamad Nur Fikri Bin Abu Kahar, ditembak mati polisi setempat setelah yang bersangkutan berusaha meledakkan bom tersebut di kota Davoa, Jum'at (14/12).

Polisi Filipina telah menewaskan seorang tersangka teroris Malaysia yang diduga merencanakan melakukan serangan bom di salah satu kota besar di Filipina selatan, Sabtu (15/12).

Kepala Polisi Kota Davao, Ronald de la Rosa mengakatan tersangka teroris diidentifikasi sebagai Mohamad Nur Fikri Bin Abu Kahar, ditembak mati oleh polisi Jumat sore (14/12) menyusul perkelahian di dalam hotel, dimana ia dan istrinya, orang Filipina menginap.

Mereka kemudian lari ke jalan dan ia mengancam akan memicu bom dalam ransel. Laki-laki itu kemudian mengambil ransel dari istrinya dan berlari menuju sebuah taman yang penuh dengan pengunjung, dan istrinya kemudian ditahan polisi. Demikian keterangan de la Rosa kepada AP dari Davao, sekitar 980 kilometer selatan Manila.

Setelah gerbang taman dikunci, orang itu lari ke sebuah restoran yang padat pengunjung, dimana penembak jitu menembaknya dua kali di dada. Orang itu tidak segera jatuh, sehingga petugas lainnya menembak ke arah dirinya dan menewaskannya, kata de la Rosa.

Bom yang kemudian dijinakkan, terbuat dari selongsong mortir. Laporan intelijen menunjukkan teroris berencana untuk meledakkan sebuah bom di Davao, sebuah kota pelabuhan yang sibuk dan pusat komersial di kawasan Filipina selatan.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG