Tautan-tautan Akses

Polisi China Tangkap 12 Orang Terkait Ledakan di Tianjin


Tentara China dari korps anti-senjata kimia di Binhai, Tianjin di China (21/8).

Tentara China dari korps anti-senjata kimia di Binhai, Tianjin di China (21/8).

Dua tersangka kabarnya telah menggunakan hubungan mereka dengan para pejabat setempat untuk memperoleh yang tampaknya merupakan izin keselamatan palsu.

Polisi China telah menangkap 12 tersangka yang diduga terlibat dalam ledakan besar di sebuah gudang di kota pelabuhan Tianjin yang menewaskan paling sedikit 139 orang, menurut kantor berita resmi Xinhua.

Di antara yang ditangkap adalah Yu Xuewei dan Dong Shexuan, kedua pemegang saham terbesar Ruihai International Logistics, yang memiliki gudang Tianjin di mana ledakan terjadi, kata Xinhua hari Kamis (27/8).

Media pemerintah sebelumnya telah memuat pengakuan dari kedua pengusaha yang mempunyai banyak koneksi itu, yang kabarnya telah menggunakan hubungan mereka dengan para pejabat setempat untuk memperoleh yang tampaknya merupakan izin keselamatan palsu.

Tiga wakil general manager juga ditangkap, demikian menurut Xinhua. Media tersebut tidak memberi nama-nama lainnya yang ditahan.

“Polisi mengatakan perusahaan itu dan tahanan tersebut dicurigai menyimpan secara ilegal bahan kimia berbahaya,” kata laporan itu, dan menambahkan bahwa satu lagi perusahaan – Tianjin Zhongbin Haisheng – dicurigai membantu Ruhai secara ilegal untuk memperoleh surat-surat pemeriksaan keselamatan.

Juga hari Kamis, Xinhua melaporkan bahwa 11 pejabat dan para pimpinan pelabuhan Tianjin sedang diselidiki atas kelalaian menjalankan tugas dan penyalah-gunaan wewenang.

Ledakan awal Agustus itu menghancurkan bagian yang luas di daerah pelabuhan, yang dipicu oleh kebakaran dan berbagai bahan kimia yang rawan dan beracun. Para penyelidik sedang berusaha untuk mengetahui kenapa gudang itu diizinkan menyimpan bahan-bahan kimia berbahaya yang sangat dekat ke daerah perumahan, yang melanggar standar keselamatan.

Insiden itu menimbulkan pertanyaan mengenai apakah sarana lain tidak mematuhi standar keselamatan yang wajar, dan apakah korupsi pemerintah China yang telah banyak didokumentasikan turut menyebabkan pelanggaran tersebut.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG