Tautan-tautan Akses

Polisi Bebaskan 13 Pria yang Dituduh FPI Gelar Pesta Gay


Para aktivis menuntut kesetaraan untuk kelompok Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) di Jakarta. (Foto: Dok)

Para aktivis menuntut kesetaraan untuk kelompok Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) di Jakarta. (Foto: Dok)

Our Voice, lembaga swadaya masyarakat yang mendukung hak-hak gay, mengatakan polisi seharusnya menahan para anggota FPI karena melanggar privasi.

Sekitar 50 anggota Front Pembela Islam (FPI) merangsek ke dalam sebuah apartemen di Jakarta untuk membubarkan apa yang mereka tuduh sebuah pesta seks gay, dan polisi mengatakan hari Senin (28/11) bahwa tidak seorang pun di apartemen itu melakukan tindakan yang salah.

Kepala Kepolisian Jakarta Selatan Kombes Iwan Kurniawan mengatakan ke-13 laki-laki di apartemen tersebut ditanyai dan dibebaskan Senin karena tidak ada bukti mereka melanggar aturan apa pun dalam pertemuan akhir pekan lalu.

Our Voice, lembaga swadaya masyarakat yang mendukung hak-hak gay, mengatakan polisi seharusnya menahan para anggota FPI karena melanggar privasi.

"Sampai sebuah badan pemerintah memungkinkan hal itu terjadi, menakutkan. Ini peringatan bagi bangsa ini," ujar Hartoyo, direktur Our Voice.

FPI, yang dikenal karena menggerebek bar dan klub malam serta membantu mencegah bintang pop Lady Gaga tampil di negara ini, telah bersumpah akan melanjutkan aksi-aksi tersebut.

"FPI sejak kelahiranya telah dan di masa yang akan datang akan terus melawan untuk menegakkan kebaikan dan melarang apa yang buruk bagi masyarakat dengan cara apa pun," ujar Novel Bamukmin, sekretaris jenderal FPI untuk Jakarta.

FPI mendukung demonstrasi besar pada 4 November melawan Gubernur Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama yang dituduh menistakan al-Quran.

Satu tewas dan lebih dari 100 orang luka ketika protes tersebut, yang terbesar di kota ini dalam beberapa tahun, berubah ricuh. [hd]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG