Tautan-tautan Akses

Polisi Bangladesh Tangkap Terduga Pelaku Serangan Brutal


Polisi Bangladesh mengawal ketat Sumon Hossain Patwari, terduga pelaku serangan brutal di Dhaka, Bangladesh (16/6).

Polisi Bangladesh mengawal ketat Sumon Hossain Patwari, terduga pelaku serangan brutal di Dhaka, Bangladesh (16/6).

Sumon Hossain Patwari, 20 tahun, dituduh terlibat dalam serangan brutal terhadap Ahmed Rashid Tutul dan dua penulis yang ditembak dan ditikam tiga lelaki di kantor penerbit Shudhdhoswar di Dhaka Oktober lalu.

Seorang militan Islamis yang diduga menyerang seorang penerbit tahun lalu, telah ditangkap Rabu malam (15/6). Polisi menyebutnya sebagai terobosan penting dalam penyelidikan mereka mengenai serangan-serangan mengerikan yang terus terjadi di Bangladesh.

Sumon Hossain Patwari, 20 tahun, dituduh terlibat dalam serangan brutal terhadap Ahmed Rashid Tutul dan dua penulis yang ditembak dan ditikam tiga lelaki di kantor penerbit Shudhdhoswar di Dhaka Oktober lalu.

Polisi menyatakan Patwari adalah anggota Ansarullah Bangla Team (ABT), kelompok militan terlarang Bangladesh.

Monirul Islam, kepala unit kontraterorisme kepolisian, mengatakan kepada wartawan bahwa Patwari mengaku menikam Tutul tiga kali dalam serangan itu. Islam mengatakan penangkapan itu merupakan terobosan penting dalam menjatuhkan kepimpinan ABT.

Polisi telah menangkap ribuan orang sejak Jumat dalam penindakan keras terkait kekerasan yang menarget lebih dari 30 korban di Bangladesh sejak awal tahun ini, termasuk terhadap blogger, aktivis hak-hak gay, warga Kristen dan Hindu. Ekstremis ISIS telah mengklaim bertanggungjawab atas lebih dari 20 pembunuhan itu.

Pada pekan lalu, militan ISIS mengaku bertanggungjawab atas tewasnya pekerja biara Hindu, seorang pendeta Hindu lanjut usia dan pedagang Kristen. Ketiganya ditikam hingga tewas. Istri seorang pejabat penting antiteroris yang beragama Islam juga ditikam dan ditembak mati.

Meskipun ISIS mengklaim demikian, pihak berwenang Bangladesh terus menegaskan bahwa tidak ada kelompok teror asing yang beroperasi di negara itu. Mereka malah menyalahkan militan dalam negeri dan dalam beberapa hal lawan politik, dalam kasus kekerasan itu. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG