Tautan-tautan Akses

Polisi Aljazair Tutup Stasiun TV yang Wawancarai Bekas Gerilyawan


Madani Mezrag, pendiri sayap bersenjata Islamic Salvation Front yang kini dilarang di Aljazair (foto: dok).

Madani Mezrag, pendiri sayap bersenjata Islamic Salvation Front yang kini dilarang di Aljazair (foto: dok).

Polisi Aljazair datang ke stasiun televisi "Al Watan" hari Senin (12/10) dan memaksa seluruh staf untuk meninggalkan stasiun itu.

Polisi menutup sebuah stasiun televisi swasta Aljazair karena menayangkan wawancara dengan mantan pemimpin gerilyawan yang berusaha mendirikan partai politik, dan dengan kasar memperingatkan Presiden Abdelaziz Bouteflika agar tidak menghalanginya.

Polisi datang ke stasiun televisi "Al Watan" hari Senin (12/10) dan memaksa seluruh staf untuk meninggalkan stasiun itu.

Kementerian Penerangan Aljazair mengatakan stasiun itu belum secara resmi diakui dan telah mengudarakan “muatan subversif yang menyerang simbol-simbol negara”.

Dalam siaran televisi tanggal 4 Oktober lalu, Madani Mezrag – pendiri sayap bersenjata Islamic Salvation Front yang kini dilarang – mengatakan ingin membentuk partai politik sendiri dan jika Bouteflika menolak maka “saya yang akan menantangnya.”

Perjanjian gencatan senjata tahun 1997 dengan pemerintah Aljazair melarang Madani Mezrag terlibat dalam dunia politik.

Diperkirakan 200 ribu orang tewas dalam aksi kekerasan di Aljazair yang dikenal sebagai “dasawarsa hitam”. [em/ii]

XS
SM
MD
LG