Tautan-tautan Akses

Polisi Afsel Bubarkan Demonstrasi, Jerman Gulung Australia

  • Arif Budiman

Pembubaran demonstrasi di Durban tersebut sempat menimbulkan bentrokan, tapi dilaporkan tak ada korban cedera.

Polisi anti-huru-hara di Afrika Selatan menggunakan gas air mata untuk membubarkan demonstrasi yang dilakukan para pegawai di Stadion Piala Dunia di Durban, yang menuntut kenaikan upah mereka.

Pihak berwenang pada hari Senin, mengatakan, bentrokan itu melibatkan ratusan demonstran ratusan demonstran dan terjadi satu jam setelah pertandingan antara Jerman dengan Australia yang berlangsung Minggu malam waktu setempat. Tidak ada laporan yang mengenai adanya korban yang mengalami luka serius.

Protes di Durban tersebut bisa menginspirasi kota-kota lain. Laporan-laporan menyebutkan, di kota-kota lain juga ada potensi terjadinya protes serupa menyangkut masalah bayaran.

Ancaman protes, unjuk rasa, dan pemboikotan Piala Dunia sebetulnya telah beredar sebelum Piala Dunia digelar. Bahkan, perusahan konstruksi yang merenovasi Stadion Loftus Versveld juga mengancam akan memboikot Piala Dunia. Mereka mengancam akan menghalangi pertandingan di stadion itu, sebelum pemerintah Pretoria membayar utang biaya renovasi senilai 28,8 juta dolar.

Jerman Gulung Australia

Jerman membuka perburuan gelar juara untuk yang keempatkalinya di Piala Dunia, dengan menghancurkan Australia 4-0 pada pertandingan pertama mereka di Grup.

Pemain depan Lukas Podolski dan Miroslav Klose memberi Jerman keunggulan 2-0 pada paruh pertama pertandingan tersebut dan kemudian pemain sayap Thomas Mueller dan pemain pengganti Cacau menambah gol mereka setelah turun minum.

Australia, yang memulai setiap babak dalam pertandingan itu dengan cemerlang dan bertarung dengan gagah berani, harus bermain pada 34 menit terakhir dengan 10 pemain, setelah Tim Cahill mendapat kartu merah langsung karena melakukan pelanggaran pada Bastian Schweinsteiger.

Ghana, Tim Afrika Pertama yang Menang di Tanah Afrika

Sementara itu saudara, Ghana menjadi tim Afrika pertama yang membukukan kemenangan di Piala Dunia setelah menundukkan Serbia 1-0.

Pelatih Ghana asal Serbia Milovan Rajevac sangat bangga dengan kemenangan timnya itu, namun juga menyatakan penyesalan atas kekalahan negaranya.

Para pendukung Ghana menyambut dengan suka cita kemenangan itu.

"Ini adalah sebuah keajaiban," ujar seorang pendukung. "Ini pertandingan yang sulit tapi Tuhan menyelematkan kita. Tuhan memberikan tim Ghana kemenangan."

XS
SM
MD
LG