Tautan-tautan Akses

AS

Polemik Soal Pajak Minuman Soda Memanas di San Francisco 


Reaksi warga setelah Dewan Kota Philadelphia meloloskan pajak untuk minuman diet dan bersoda di Philadelphia, Juni 2016. (AP/Matt Rourke)

Reaksi warga setelah Dewan Kota Philadelphia meloloskan pajak untuk minuman diet dan bersoda di Philadelphia, Juni 2016. (AP/Matt Rourke)

Asosiasi pembuat minuman ringan Amerika berusaha mencegah supaya pajak 1,5 sen per ons minuman jangan diberlakukan mulai Januari.

Perdebatan tentang minuman soda yang menurut pakar kesehatan menyebabkan diabetes, kegemukan dan kerusakan gigi, kini sedang berkecamuk di kawasan Teluk San Francisco.

Para pemilih bulan November mendatang akan menentukan apakah minuman bersoda dan bergula itu akan dikenai pajak, sementara para produsennya juga melancarkan kampanye untuk melawan pajak itu.

Hanya dua kota lain di Amerika yang telah mengenakan pajak atas minuman bersoda. Kota Berkeley di California memberlakukannya tahun 2014, sementara Philadelphia di Pennsylvania tahun ini.

Asosiasi pembuat minuman ringan Amerika berusaha mencegah supaya pajak 1,5 sen per ons minuman jangan diberlakukan mulai Januari.

Perjuangan untuk mengurangi konsumsi minuman yang dianggap merusak kesehatan itu tidak murah.

Para penentangnya, yang didanai oleh Asosiasi Pembuat Minuman Ringan mengeluarkan hampir US$10 juta untuk iklan televisi, sementara bekas walikota New York Michael Bloomberg menyumbang $1,7 juta bagi kampanye anti-soda di San Francisco dan lebih dari $2 juta di kota Oakland.

Kedua pihak agaknya memusatkan kampanye mereka pada para pemilih yang tinggal di kawasan minoritas dan berpenghasilan rendah, yang cenderung minum lebih banyak minuman soda yang bergula.

Clem Howard, seorang warga kulit hitam, adalah satu dari sekian pekerja sukarela yang ikut kampanye mengurangi minuman bersoda dan bergula.

Ia mengatakan ibunya menderita diabetes tapi terus saja minum beberapa kaleng soda tiap hari. Adik perempuan dan ipar laki-lakinya juga didiagnosa menderita sakit gula, tapi tidak mau berhenti minum soda.

“Ini adalah perjuangan yang sangat bersifat pribadi bagi saya,” katanya.

"Itulah sebabnya saya bekerja keras untuk meyakinkan orang akan dampak buruk minuman bergula."

Kira-kira 13 persen warga kulit hitam dan keturunan Hispanik menderita diabetes, dibandingkan 7,5 persen warga putih putih, menurut laporan Pusat Pencegahan Penyakit di Amerika.

Asosiasi Jantung Amerika menganjurkan agar anak-anak jangan minum lebih dari enam sendok teh gula sehari, padahal sekaleng minuman Coca-Cola yang biasa mengandung hampir 10 sendok teh gula. [isa/sp]

XS
SM
MD
LG