Tautan-tautan Akses

Polisi Jepang Tangkap Buron Terakhir Pelaku Teror Tokyo


Poster pencarian buron Katsuya Takahashi diberi stiker bertuliskan "tertangkap" di sebuah kantor polisi di Tokyo (15/6). Takahashi, mantan anggota Aum Shin Rikyo, pelaku serangan gas sarin kereta api bawah tanah Jepang tertangkap di sebuah cafe buku komi

Poster pencarian buron Katsuya Takahashi diberi stiker bertuliskan "tertangkap" di sebuah kantor polisi di Tokyo (15/6). Takahashi, mantan anggota Aum Shin Rikyo, pelaku serangan gas sarin kereta api bawah tanah Jepang tertangkap di sebuah cafe buku komi

Polisi Jepang telah menangkap Katsuya Takahashi, buron terakhir pelaku serangan gas syaraf maut dalam kereta api bawah tanah tahun 1995.

Laporan media dari Jepang mengatakan polisi telah menangkap buronan terakhir dari aliran kepercayaan yang melancarkan serangan gas syaraf maut dalam kereta api bawah-tanah tahun 1995.

Media penyiaran Jepang, NHK, mengatakan Katsuya Takahashi (54 tahun), seorang mantan anggota aliran kepercayaan Aum Shin Rikyo, ditangkap di sebuah café buku komik di tengah kota Tokyo. Seorang pekerja mengenalinya dan memanggil polisi.

Kiyohide Hayakawa (kiri) dan pemimpin Aum Shin Rikyo Shoko Asahara (kanan), keduanya sedang menanti pelaksanaan hukuman mati atas serangan gas sarin di kereta api bawah tanah di Tokyo tahun 1995.

Kiyohide Hayakawa (kiri) dan pemimpin Aum Shin Rikyo Shoko Asahara (kanan), keduanya sedang menanti pelaksanaan hukuman mati atas serangan gas sarin di kereta api bawah tanah di Tokyo tahun 1995.

Pencarian telah dilakukan di daerah Tokyo sejak Naoko Kikuchi (40 tahun), seorang bekas anggota aliran kepercayaan itu ditangkap tanggal 3 Juni yang lalu. Naoko dicurigai membuat gas sarin dan melepaskannya di dalam kereta api bawah tanah. Dilaporkan sebanyak 13 orang tewas dan lebih dari 6.000 orang cedera dalam peristiwa itu.

Aliran kepercayaan Aum Shin Rikyo juga bertanggung jawab atas serangan tahun 1994 di kota Matsumoto, Jepang tengah, dimana Sarin menewaskan 8 orang.

Pemimpin Aum Shin Rikyo, Shoko Asahara bersama sedikitnya 11 orang anggota aliran itu sedang menunggu pelaksanaan hukuman mati.
XS
SM
MD
LG