Tautan-tautan Akses

Pohon Natal Raksasa dari Ban Bekas Semarakkan Natal di UK Petra

  • Petrus Riski

Pohon Natal dari Ban Bekas setinggi 5 meter lebih menyambut perayaan Natal di UK Petra Surabaya (foto VOA-Petrus Riski).

Pohon Natal dari Ban Bekas setinggi 5 meter lebih menyambut perayaan Natal di UK Petra Surabaya (foto VOA-Petrus Riski).

Mendekati perayaan Natal, berbagai ornamen untuk menyemarakkan Natal mulai meramaikan beberapa tempat di Surabaya. Seperti di Universitas Kristen Petra, yang memasang pohon Natal dari ban bekas untuk memeriahkan Natal.

Sebuah pohon Natal raksasa berukuran tinggi 5,5 meter dan diameter 2,5 meter, berdiri kokoh di bagian tengah Perpustakaan Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya. Namun pohon Natal ini berbeda dari kebanyakan pohon Natal yang terbuat dari pohon cemara, karena pohon Natal ini terbentuk dari 157 ban bekas aneka kendaraan.

Mengambil nuansa Batak, pohon Natal dari ban bekas yang dibuat dosen UK Petra, Titin Wahono, dicat warna merah, hitam, dan kuning emas, serta dihiasi aneka pernak-pernik pohon Natal.

Menurut Kepala Perpustakaan UK Petra, Dian Wulandari, dipilihnya ban bekas sebagai bahan pembuat pohon Natal, karena memiliki makna terkait iman Kristiani yang harus kuat menghadapi berbagai macam cobaan.

“Karena ada filosofi yang terkandung di dalam sebuah ban, tentang iman, harapan dan kasih itu kan sebagai dasar hidup kekristenan. Jadi kalau iman digambarkan di ban itu kan ukiran-ukirannya kan tujuannya untuk mencengkeram supaya tidak gampang tergelincir, kalau diaplikasikan dalam kehidupam kekristenan, ya orang Kristen juga harus punya iman yang kuat untuk mencapai sebuah tujuan,” kata Dian Wulandari.

Dian menambahkan, makna ban yang selalu berada di bagian bawah kendaraan mengajarkan pada manusia untuk senantiasa rela berkorban dan saling mengasihi.

“Kasih itu digambarkan ban yang posisinya selalu di bawah, menggambarkan kerendahan hati, kerelaan untuk berkorban, pokoknya bertujuan untuk supaya penumpangnya sampai ditujuan dengan selamat. Ya orang Kristen juga harus bisa menerima, harus rela berkorban, harus bisa mengasihi yang berbeda sekalipun,” lanjutnya.

Mahasiswi UK Petra, Kezia Endhy mengatakan, keberadaan pohon Natal dari ban bekas ini menjadi daya tarik seluruh mahasiswa, sehingga banyak yang menjadikannya tempat untuk swafoto.

“Unik sih ya, pohon kok dari ban, jadi (ban) ini kan karet, jadi supaya iman dari umat Kristiani itu tidak meleset, karena ini kan kuat dan tidak licin, jadi imannya tidak gampang terpeleset,” kata Kezia Endhy. [pr/ab]

XS
SM
MD
LG