Tautan-tautan Akses

PNS Pemkot Surabaya Semarakkan Hari Pahlawan dengan Kostum Pejuang

  • Petrus Riski

Pegawai Badan Kepegawaian Daerah Pemkot Surabaya mengenakan pakaian pejuang saat masuk kerja (VOA/Petrus Riski).

Pegawai Badan Kepegawaian Daerah Pemkot Surabaya mengenakan pakaian pejuang saat masuk kerja (VOA/Petrus Riski).

Pemerintah Kota Surabaya memiliki cara unik untuk memperingati hari Pahlawan, 10 November 1945, yaitu dengan mengenakan kostum pejuang seperti saat peristiwa perang kemerdekaan.

Seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkup Pemerintah Kota Surabaya mengenakan pakaian pejuang jaman kemerdekaan, untuk memperingati Hari Pahlawan pada 10 November mendatang. Suasana perjuangan tahun 1945 sangat terasa dengan atribut pejuang, kostum tentara, lencana dan bendera merah putih, hingga replika senapan yang disandang pada pundak para pegawai ini.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemerintah Kota Surabaya, Mohammad Fikser mengatakan, dikenakannya kostum pejuang kemerdekaan oleh para pegawai negeri sipil ini merupakan upaya menghadirkan suasana serta semangat kepahlawanan pejuang Surabaya, sesuai instruksi Walikota Surabaya Tri Rismaharini kepada seluruh instansi pemerintah dan swasta hingga warga masyarakat di Surabaya.

“Baju pejuang ini memang spesial, khusus di bulan November, karena memang terkait dengan hari pahlawan ya, yang jatuh pada 10 November. Jadi memang edaran Walikota tidak saja kepada kami, ini juga instruksi kepada pimpinan lembaga, instansi pemerintah, direksi BUMN-BUMN, Kepala Badan, Dinas di lingkungan Pemerintah Kota, para pimpinan Bank, Hotel, Mall, Restoran, Supermarket, tempat hiburan umum dan kantor swasta, di Perguruan Tinggi swasta dan negeri, para Camat-Lurah, seluruh Kepala Sekolah SD, SMP, SMK, dan para Ketua RT-RW," kata Mohammad Fikser, Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemerintah Kota Surabaya. "Selain menggunakan baju pahlawan untuk kami para PNS, edaran ini juga terkait dengan pengibaran bendera Merah Putih, pada tanggal 10 November,” lanjutnya.

Para pegawai negeri di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya berusaha tampil maksimal, dengan kostum serta dandanan ala pejuang, seperti tentara pelajar, tentara PETA, laskar rakyat, hingga para tenaga medis yang ikut berjuang mengobati para korban perang.

Dayu Kade, PNS di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya mengungkapkan, meski lahir dan berasal dari Bali, keikutsertaan menyemarakkan hari Pahlawan dengan kostum pejuang, menjadi hal yang membanggakan meski harus membeli sendiri kostum pejuang yang dikenakan.

“Untuk mendapatkannya (kostum pejuang) gak sulit mas, banyak tempat untuk bisa mendapatkan baju yang bernuansa pejuang, yang khas juga ada, kan juga bisa memakai baju ala tempo dulu, ya pakai jarik, pakai kebaya. Saya bangga bisa ada di Kota Surabaya ini, meskipun saya bukan orang Surabaya, tapi saya sudah cukup lama sejak tahun 90-an (1990). Saya bangga menjadi bagian dari acara peringatan hari Pahlawan, termasuk memakai pakaian pejuang ini,” kata Dayu Kade, PNS Pemerintah Kota Surabaya.

Sementara itu Ratno Wiyantono, pegawai negeri di Pemerintan Kota Surabaya mengutarakan, meski tidak pernah terlibat dalam perang kemerdekaan yang dijalani para pejuang, dirinya ikut merasa bangga sebagai bagian warga Surabaya yang dikenal sebagai warga Kota Pahlawan.

“Seumur saya kan hanya tahu dari cerita, tapi dengan memakai baju perjuangan ini saya bangga seolah-olah saya juga ikut berjuang seperti orang-orang dulu ya. Karena saya mengibaratkan sebagai rakyat biasa yang ikut berjuang, jadi baju saya ya seadanya begini ini ya, pakai sarung, cuma pakai topi Merah Putih terutama itu,” komentar Ratno Wiyantono, PNS Pemerintah Kota Surabaya.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG