Tautan-tautan Akses

PM Yunani Akan Hormati Hasil Referendum


Seorang pensiunan menunggu di luar kantor cabang National Bank yang tutup di Athena (29/6). (Reuters/Alkis Konstantinidis)

Seorang pensiunan menunggu di luar kantor cabang National Bank yang tutup di Athena (29/6). (Reuters/Alkis Konstantinidis)

Tetapi Tsipras mengatakan pemerintah kiri radikalnya bukan pemerintah yang akan melaksanakan reformasi baru tersebut.

Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras mengatakan ia akan menghormati hasil referendum yang akan segera diadakan mengenai masa depan ekonomi negaranya, jika rakyat mendukung babak baru langkah penghematan usulan Eropa yang ia tentang.

Tetapi Tsipras mengatakan pemerintah kiri radikalnya bukan pemerintah yang akan melaksanakan reformasi baru tersebut, yang dituntut para kreditor Eropa dari Athena sebagai imbalan milyaran dolar dana talangan baru.

Tsipras mengatakan demikian Senin malam (29/6) melalui televisi nasional, sementara pemrotes anti-penghematan berdemonstrasi di Athena dan spekulasi meningkat bahwa pemerintah akan dengan resmi gagal membayar angsuran utang US$1,8 milyar kepada IMF, Selasa. Kegagalan membayar akan menyiapkan tahap kemungkinan Yunani keluar dari blok 19 negara pengguna mata uang euro.

Di Paris, anggota dewan direksi Bank Sentral Eropa, Benoit Coeure, mengatakan kepada harian keuangan Perancis, Les Echos, bahwa keluarnya Yunani dari zona euro, “sayangnya, bukan lagi hal yang tidak mungkin.”

Pasar dunia anjlok hari Senin sementara masyarakat Yunani bangun mendapati bank-bank tutup dan pembatasan baru jumlah uang yang dapat ditarik dari ATM-ATM.

Bursa saham Athena, seperti bank-bank yang kekurangan uang tunai, tutup selama enam hari sampai hasil referendum selesai dihitung.

XS
SM
MD
LG