Tautan-tautan Akses

PM Turnbull: Jokowi Harus Bersuara Lebih Lantang Melawan Teror


Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull, kiri, dan Presiden Indonesia Joko Widodo saat berkunjung ke pasar Tanah Abang di Jakarta, 12 November 2015.

Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull, kiri, dan Presiden Indonesia Joko Widodo saat berkunjung ke pasar Tanah Abang di Jakarta, 12 November 2015.

Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull memuji Presiden Indonesia Joko Widodo yang dinilainya telah menjadi tokoh utama yang mendorong kemajuan Islam moderat di Indonesia saat ini dan mengalahkan pandangan tentang Islam yang selama ini digembar-gemborkan ISIS. Hal ini disampaikannya dalam diskusi di CSIS, Washington DC hari Senin (18/1).

"Saya melihat keseriusan Presiden Joko Widodo melawan ISIS. Sebagai pemimpin negara, yang mayoritas penduduknya beragama Islam terbesar di dunia, yang dipilih secara demokratis, ia memainkan peran penting dalam menjelaskan tentang Islam dan mengalahkan pandangan ISIS atau kelompok-kelompok ekstrimis lainnya. Jadi, ia seharusnya bisa bersuara lebih lantang, lebih luas cakupannya melawan ISIS dan radikalisme," ujar Turnbull.‚Äč

Turnbull : "Saya pernah diajak blusukan oleh Jokowi"

Di hadapan forum yang dihadiri ratusan diplomat, pengambil kebijakan dan pengamat itu, Turnbull menceritakan kedekatannya dengan Jokowi. "Saya pernah diajak 'blusukan' ke sebuah pasar yang sangat ramai. Udara Jakarta yang sangat panas membuat saya melepaskan jas yang saya kenakan. Kucuran keringat di dahi membuat saya hampir tidak bisa berkonsentrasi tapi saya benar-benar kagum melihat bagaimana Jokowi santai saja menanggapi begitu banyak orang di pasar itu," ujarnya.

Lebih jauh Turnbull mengatakan telah menelepon Jokowi hari Jumat lalu (15/1) sehari setelah serangan teror di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat. "Joko Widodo mengutuk keras tindakan para teroris. Tidak saja karena aksi kekerasan yang dilakukan terhadap sesama umat Muslim, tetapi terutama karena telah mencemarkan agama Islam itu sendiri," tegas Turnbull.

Turnbull: Australia dan Amerika harus dukung Indonesia melawan teror

Turnbull mengatakan Australia dan Amerika harus memberi dukungan penuh kepada Indonesia untuk melawan teror dan gerakan radikal.

Selama ini Australia telah menjadi salah satu mitra terbaik Indonesia di kawasan dalam upaya pemberantasan teror. Salah satu diantaranya adalah kerjasama erat antara Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Indonesia dan Australia dalam memantau dan saling berbagi informasi tentang metode dan aliran dana jaringan teroris di kedua negara. Juga pelatihan personil keamanan dan kerjasama inteljen.

Turnbull: "Kirim pasukan yang tepat di tempat yang tepat untuk mengalahkan ISIS"

Dalam diskusi selama satu jam di CSIS, Turnbull juga menegaskan perlunya tindakan militer untuk menghancurkan ISIS secara langsung di kubu pertahanannya, termasuk dengan mengirim pasukan darat. "Tetapi kita harus mengirim pasukan yang tepat, di tempat yang tepat." Ditambahkannya bahwa "semua upaya harus memiliki satu tujuan utama yaitu mengalahkan ekstrimis, mencegah orang menjadi anggota, menggagalkan rencana serangan mereka dan menghukum keras mereka jika terbukti melakukan serangan."

Tetapi pemimpin yang baru empat bulan berkuasa di Australia itu juga buru-buru menambahkan bahwa masyarakat tidak bisa pukul rata menyalahkan warga Muslim dan agama Islam atas kejahatan yang dilakukan sekelompok kecil teroris. "Karena inilah yang diinginkan teroris. Hari ini mereka membuat kita menyalahkan warga Muslim dalam komunitas kita karena hal itu akan semakin menguatkan narasi yang mereka sebarluaskan kepada anak-anak muda Muslim bahwa Amerika atau Australia tidak menghendaki mereka, dan bahwa mereka tidak punya masa depan di negara-negara ini, bahwa negara-negara ini bukan negara mereka."

Turnbull akan bertemu Obama Selasa

Malcolm Turnbull untuk pertama kalinya berkunjung ke Washington DC dalam kapasitas sebagai perdana menteri Australia. Turnbull dijadwalkan bertemu Presiden Barack Obama di Gedung Putih hari Selasa (19/1), dilanjutkan dengan pertemuan bilateral dan makan siang bersama. [em]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG