Tautan-tautan Akses

PM Thailand Tolak Tuntutan Oposisi untuk Mundur


PM Yingluck Shinawatra hari Selasa (10/12) mengatakan bahwa ia menolak tuntutan oposisi bagi pengunduran dirinya.

PM Yingluck Shinawatra hari Selasa (10/12) mengatakan bahwa ia menolak tuntutan oposisi bagi pengunduran dirinya.

PM Yingluck Shinawatra hari Selasa (10/12) menolak tuntutan oposisi bagi pengunduran dirinya, dan mengatakan ia akan memimpin pemerintahan sementara Thailand.

Perdana Menteri Thailand menolak tuntutan oposisi bagi pengunduran dirinya, dan mengatakan ia akan memimpin pemerintahan sementara sebelum pemilu kilat dilangsungkan 2 Februari.

PM Yingluck Shinawatra yang tampak emosional mengumumkan hal itu Selasa, sehari setelah ia membubarkan parlemen karena serangkaian demonstrasi sebulan lebih di Bangkok, ibukota Thailand.

Yingluck hari Senin mengatakan dalam pidato melalui televisi ia akan menyerahkan keputusan kepada rakyat mengenai masa depan negara itu.

Pemimpin oposisi Partai Demokratik Suthep Thaungsuban mengatakan ia tidak akan menghentikan demonstrasi sebelum Yingluck mundur dan menyerahkan kursi pemerintahan kepada “dewan rakyat.” Polisi mengatakan lebih 140.000 demonstran hari Senin mengepung kantor perdana menteri tetapi hanya tinggal beberapa ribu yang masih bertahan hari Selasa.

Yingluck mengatakan Kabinet-nya akan tetap utuh meskipun dengan wewenang terbatas, dan ia akan tetap menjadi perdana menteri sementara. Partainya mengatakan Yingluck akan mencalonkan diri dalam pemilu baru nanti.

Paling tidak empat orang telah tewas dan banyak lainnya cedera dalam serangkaian protes baru-baru ini. Demonstrasi itu dipicu beberapa minggu lalu oleh RUU amnesti yang sedianya akan mengijinkan mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra untuk pulang dan tidak menjalani hukuman dua penjara karena korupsi.

Senat Thailand menolak RUU itu tetapi demonstrasi terus berlanjut. Miliarder Thaksin, kakak PM Yingluck, digulingkan dalam kudeta militer tahun 2006.
XS
SM
MD
LG