Tautan-tautan Akses

PM Thailand: Perundingan Bilateral Perlu Bahas Sengketa Perbatasan


Perdana Menteri Thailand Abhisit Vejjajiva (foto: dok) menyerukan perundingan bilateral untuk menyelesaikan sengketa dengan Kamboja.

Perdana Menteri Thailand Abhisit Vejjajiva (foto: dok) menyerukan perundingan bilateral untuk menyelesaikan sengketa dengan Kamboja.

PM Thailand Abhisit Vejjajiva yakin akan dapat menunjukkan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa Kamboja lah yang memicu bentrokan.

Perdana Menteri Thailand Abhisit Vejjajiva mengatakan, Minggu, bahwa perundingan bilateral, dan bukannya mediasi pihak asing, diperlukan untuk menyelesaikan sengketa perbatasan dengan Kamboja.

Abhisit mengatakan dalam pidato mingguannya di televisi bahwa ia yakin Thailand akan mampu menunjukkan kepada Dewan Keamanan PBB pada pertemuan di New York pada hari Senin, bahwa Kamboja lah yang memicu bentrokan maut di perbatasan yang berlangsung bulan ini.

Menteri Luar Negeri Thailand Kasit Piromya dan mitranya, Menteri Luar Negeri Kamboja Hor Namhong akan menyampaikan kasus negara mereka kepada Dewan Keamanan yang beranggota 15 negara.

Bentrokan di kawasan sengketa yang berdekatan dengan sebuah kuil Hindu dari abad ke-11 pada 4 hingga 7 Februari lalu itu menewaskan delapan orang, dan memaksa lebih dari 20 ribu lainnya mengungsi dari rumah mereka. Selama kekerasan berlangsung, Perdana Menteri Kamboja Hun Sen mengimbau Dewan Keamanan PBB untuk menghentikan apa yang ia sebut “tindakan agresi berulang kali” oleh militer Thailand.

Phnom Penh juga menyatakan tidak akan menghadiri pertemuan Komisi Perbatasan Bersama Thailand-Kamboja yang dijadwalkan akhir bulan ini.

XS
SM
MD
LG