Tautan-tautan Akses

PM Thailand: Air Bah Tidak Dapat Dibendung


Perdana Menteri Yingluck Shinawatra tiba di Pusat Operasi Bantuan Banjir di Bangkok, Jumat (28/10).

Perdana Menteri Yingluck Shinawatra tiba di Pusat Operasi Bantuan Banjir di Bangkok, Jumat (28/10).

PM Thailand Yingluck Shinawatra meminta maaf karena pemerintahannya tak dapat berbuat banyak membendung banjir yang melanda Bangkok.

Proses alam, seperti banjir yang melanda Bangkok saat ini, lebih baik dibiarkan berlalu. Demikian menurut Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra, yang mengatakan tidak ada yang dapat membendung air bah yang sedang mendekati tengah kota Bangkok.

Yingluck hampir mencucurkan air mata hari Kamis ketika mengatakan yang pemerintahannya dapat lakukan saat ini hanyalah berusaha mengelola keadaan.

Daerah-daerah ibukota Thailand dan daerah pinggirannya sudah digenangi air, sementara penduduk melintas dengan naik perahu darurat. Bangkok bagian tengah masih terlihat kering pada hari Kamis, tetapi warga berjaga-jaga dengan menimbun karung berisi pasir di luar rumah dan toko mereka. Banyak pasar swalayan kosong-melompong setelah diserbu pembeli yang panik akan kehabisan bahan makanan. Swalayan yang masih buka menjatah air botol dan bahan pokok lain.

Beberapa negara, termasuk Amerika Serikat dan Inggris, telah menganjurkan warga mereka agar menghindarkan semua perjalanan, kecuali yang sangat penting, di daerah-daerah Thailand. Bandara dalam negeri Don Muang, yang kedua terbesar di Bangkok, telah ditutup.

Hujan yang luar biasa lebatnya mulai membanjiri Thailand di bulan Juli dan telah sejauh menewaskan paling sedikit 173 orang.

Banjir itu sedang bergerak ke selatan menuju tengah kota Bangkok di pinggir sungai Chao Phraya dan melalui terusan-terusan yang dibangun untuk menyalurkan air ke laut.

XS
SM
MD
LG