Tautan-tautan Akses

PM Rusia Peringatkan Adanya Resesi Mendalam


Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev berpidato di hadapan para pejabat partai Rusia Bersatu di Moskow (23/12).
Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev berpidato di hadapan para pejabat partai Rusia Bersatu di Moskow (23/12).

Medvedev menyalahkan sanksi-sanksi luar negeri, mengatakan ekonomi negaranya lebih buruk daripada krisis 2008, karena “beberapa negara sengaja menghambat pembangunan Rusia.”

Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev mengatakan Rusia akan masuk ke dalam “jurang resesi” jika pemerintah mengabaikan rencana anggarannya.

Berbicara di Moskow pada sebuah pertemuan partai, Medvedev mengatakan pemerintah akan tetap memusatkan perhatian pada tujuan-tujuan strategis dan pembelanjaan sosial untuk menghindari kemungkinan jatuh ke dalam resesi.

Medvedev menyalahkan sanksi-sanksi luar negeri, mengatakan ekonomi negaranya lebih buruk daripada krisis 2008, karena “beberapa negara sengaja menghambat pembangunan Rusia.”

Ekonomi Rusia sangat terkena dampak merosotnya harga minyak dan secara luas diprediksi akan memasuki resesi tahun depan.

Tanda yang merisaukan adalah turun tajamnya nilai rubel, yang merupakan mata uang dengan nilai terburuk tahun ini, serta Hryvnia Ukraina.

Lembaga pemeringkat Standard and Poor pada Selasa (23/12) menurunkan peringkat kredit Rusia menjadi negatif karena semakin memburuknya “fleksibilitas moneter dan melemahnya ekonomi berdampak pada sistem keuangannya.”

XS
SM
MD
LG