Tautan-tautan Akses

PM Pakistan Minta Tindak Pelaku Pembunuhan Demi Kehormatan


Mustafa Kharal, pengacara Alm. Farzana Parveen menunjukkan lokasi pembunuhan terhadap kliennya di Lahore (28/5).

Mustafa Kharal, pengacara Alm. Farzana Parveen menunjukkan lokasi pembunuhan terhadap kliennya di Lahore (28/5).

PM Pakistan Nawaz Sharif menyerukan tindakan terhadap pelaku pembunuhan brutal seorang wanita hamil oleh keluarganya.

Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif minta dilakukan tindakan segera atas pembunuhan brutal seorang wanita hamil oleh keluarganya karena menikah dengan pria pilihannya.

Polisi mengatakan Farzana Parveen, 25 tahun, dilempari dengan batu bata di luar gedung pengadilan di kota Lahore, Pakistan timur pekan ini sewaktu ia menunggu untuk memberitahu hakim bahwa ia menikahi seorang pria atas kehendaknya sendiri.

Suaminya mengatakan kepada para wartawan bahwa ia memohon kepada polisi untuk menghentikan serangan itu, tetapi mereka hanya berdiri dan tidak melakukan apa pun ketika anggota keluarga istrinya, termasuk ayah dan saudara laki-lakinya, memukulinya.

Tetapi Kepala Kepolisian Lahore Shafiq Ahmad mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa tidak ada polisi yang berada di tempat kejadian ketika serangan itu terjadi.

Hari Kamis (29/5), Perdana Menteri Sharif mengeluarkan pernyataan yang memberikan petunjuk kepada menteri utama provinsi Punjab, yang beribukota Lahore, untuk segera mengambil tindakan dan menyerahkan laporan tentang kejahatan “yang tidak bisa diterima” itu selambatnya Kamis malam.

Di ibukota Pakistan, Islamabad, aktivis-aktivis HAM memprotes pembunuhan itu – membawa poster-poster dan meneriakkan seruan-seruan menuntut keadilan dan menghentikan aksi pembunuhan demi kehormatan keluarga.
XS
SM
MD
LG