Tautan-tautan Akses

PM Pakistan Kutuk Pembunuhan Aktivis Perempuan


Aktivis HAM Pakistan yang dibunuh, Sabeen Mahmud.

Aktivis HAM Pakistan yang dibunuh, Sabeen Mahmud.

Meskipun para penyelidik menolak memberikan rincian mengenai kemungkinan motif pembunuhan Mahmud, teman-teman dan sejawatnya menyebut kematiannya sebagai pembunuhan terarah.

Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif mengutuk serangan dan pembunuhan terhadap seorang perempuan aktivis hak asasi manusia terkemuka, Sabeen Mahmud, di kota pelabuhan Karachi. Ia juga memerintahkan investigasi terhadap kasus pembunuhan tersebut.

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Islamabad juga mengutuk pembunuhan terhadap Mahmud serta menyampaikan belasungkawa kepada keluarga, kerabat dan teman-temannya.

Orang-orang bersenjata yang mengendarai sepeda motor membunuh Mahmud Jumat malam, hanya beberapa jam setelah ia mengadakan pertemuan mengenai provinsi Baluchistan yang bergolak di Pakistan Tenggara, kata polisi hari Sabtu (25/4). Baluchistan dikenal sebagai lokasi pemberontakan yang telah lama berlangsung di Pakistan.

Meskipun para penyelidik menolak memberikan rincian mengenai kemungkinan motif pembunuhan Mahmud, teman-teman dan sejawatnya menyebut kematiannya sebagai pembunuhan terarah.

Aktivis Pakistan itu sedang bersama ibunya, Mehnaz Mahmud, dalam perjalanan pulang dari kafe yang dikelolanya di Karachi, Second Floor atau T2F, sewaktu mereka diserang. Ia meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit. Para dokter menyatakan mereka mengambil lima peluru dari mayat Mahmud. Ibunya, yang juga ditembak, masih dalam kondisi kritis.

Sebelumnya pada hari itu, Mahmud menjadi tuan rumah kegiatan di kafenya mengenai pelanggaran HAM di Baluchistan, yang menampilkan dua aktivis HAM Baluch terkemuka, Abdul Qadeer Baluch dan Farzana Baluch di antara para pembicara lainnya.

Qadeer Baluch, yang dikenal luas sebagai Mama atau “Paman” dalam bahasa Urdu, mengisyaratkan tentang kemungkinan keterlibatan pemerintah dalam pembunuhan terhadap Mahmud.

“Semua orang tahu siapa yang membunuhnya dan mengapa,” kata Baluch kepada surat kabar Pakistan The Nation, tanpa merincinya lebih jauh.

T2F digagas sebagai toko buku sekaligus kafe yang meniru budaya warung kopi lama di Lahore dan Karachi. Di sana, Mahmud menyelenggarakan pembacaan puisi, lokakarya komputer dan berbagai kegiatan lainnya.

T2F menyatakan di situs Internetnya bahwa kafe tersebut didirikan karena ada keinginan kuat untuk menerapkan perubahan di kalangan masyarakat perkotaan Pakistan.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG