Tautan-tautan Akses

PM Nepal: Pemerintah Tak Siap dengan Gempa Kedua


Gempa kedua di Nepal menewaskan sedikitnya 110 orang, serta merobohkan rumah-rumah yang sudah rusak (foto: dok).

Gempa kedua di Nepal menewaskan sedikitnya 110 orang, serta merobohkan rumah-rumah yang sudah rusak (foto: dok).

PM Nepal mengakui bahwa pemerintah tidak siap mengalami gempa kuat kedua yang menghantam negara itu awal pekan ini.

“Gempa kedua ini tidak terduga. Kami tidak siap mengalaminya,” kata Perdana Menteri Nepal Sushil Koirala kepada para wartawan hari Kamis (14/4) di kota Charikot, Nepal timur laut.

“Seluruh wilayah berada di bawah reruntuhan. Kami masih berjuang keras sekarang," imbuh PM Nepal itu.

Gempa berkekuatan 7,3 skala Richter yang terjadi hari Selasa (12/5) itu menewaskan sedikitnya 110 orang, memicu tanah longsor dan merobohkan rumah-rumah yang sudah rusak.

Gempa itu menghantam hampir tiga minggu setelah gempa berkekuatan 7,8 menewaskan lebih dari 8.000 orang di negara itu. Charikot adalah kota kecil di distrik Dolakha yang terletak di perbatasan dengan Tibet.

Juga hari Selasa, sebuah helikopter Marinir Amerika yang membawa enam Marinir dan dua tentara Nepal hilang ketika menuju Charikot untuk mengantarkan bantuan. Setelah pencarian berhari-hari, belum ditemukan tanda-tanda reruntuhan dari helikopter itu.

Pemerintah dan badan-badan bantuan telah bekerja untuk menyediakan makanan, air dan tempat berlindung bagi korban gempa dalam operasi yang tidak berjalan lancar pada awalnya karena cuaca buruk dan tantangan untuk mencapai daerah-daerah sulit yang terpencil di pegunungan Himalaya itu. Ratusan ribu orang masih harus tidur di lapangan terbuka hanya beberapa minggu menjelang datangnya musim hujan.

Hari Rabu (13/5) PBB mengatakan ada kebutuhan mendesak akan tenda, generator dan pasokan bahan bakar untuk memastikan bahwa stasiun-stasiun radio terus memancarkan siaran dan mengumpulkan informasi dari masyarakat yang terkena dampak gempa itu.

XS
SM
MD
LG