Tautan-tautan Akses

Bentuk Partai Baru, Mahathir Galang Oposisi terhadap PM Razak


Mantan PM Malaysia Mahathir Mohammad mendirikan Parti Pribumi Bersatu Malaysia (foto: dok).

Mantan PM Malaysia Mahathir Mohammad mendirikan Parti Pribumi Bersatu Malaysia (foto: dok).

Mantan PM Malaysia Mahathir Mohammad mendirikan sebuah partai politik baru untuk menyatukan oposisi terhadap kepemimpinan Najib Razak.

Perdana Menteri Malaysia Najib Razak menghadapi tantangan dari salah satu mantan pemimpin negara itu, selagi pemerintahannya berusaha menangkis tuduhan korupsi dengan menyalahgunakan dana pembangunan miliaran dolar.

Mahathir Mohammad, yang menjabat sebagai perdana menteri 1981-2003, telah meninggalkan Partai Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) yang berkuasa dan membentuk sebuah partai politik baru untuk menyatukan oposisi terhadap kepemimpinan Najib Razak.

Partai baru itu, Parti Pribumi Bersatu Malaysia, atau Bersatu, dipimpin oleh seorang mantan deputi perdana menteri UMNO, Muhyiddin Yassin, yang dipecat oleh Perdana Menteri Najib setelah Muhyiddin mempertanyakan peran Najib dalam penggunaan dana perusahaan milik negara 1 Malaysia Development Berhad (1MDB).

Investigasi di Singapura dan Amerika Serikat, melalui Departemen Kehakiman Amerika, telah memusatkan perhatian pada tuduhan bahwa lebih dari $3,5 miliar telah dialihkan dari dana 1MDB yang didirikan oleh Najib pada tahun 2009.

Pengungkapan tersebut telah menyebabkan badai politik di Malaysia, tapi perdana menteri itu sejauh ini mampu mengatasi manuver para penantangnya yang berusaha menggesernya karena perannya dalam kontroversi itu. Perdana menteri Malaysia itu mengaku tidak bersalah dengan mengatakan dana tersebut digunakan dengan benar dan merupakan “sumbangan murni” dari Arab Saudi.

Malaysia telah diperintah oleh Barisan Nasional, yakni koalisi pimpinan UMNO, sejak pemilu setelah kemerdekaan tahun 1959. Mahathir mendominasi lanskap politik Malaysia sampai ia mengundurkan diri pada tahun 2003. [lt]

XS
SM
MD
LG