Tautan-tautan Akses

PM Malaysia Ajak Para Pemimpin ASEAN Lawan Ekstremisme


Perdana Menteri Malaysia Najib Razak berpidato dalam upacara pembukaan KTT ASEAN di Kuala Lumpur (21/11). (AP/Vincent Thian)

Perdana Menteri Malaysia Najib Razak berpidato dalam upacara pembukaan KTT ASEAN di Kuala Lumpur (21/11). (AP/Vincent Thian)

Najib Razak mengatakan bahwa (Islam) moderat, atau wasatiyyah, adalah jantung Islam --perintah al-Quran yang harus dipatuhi oleh para Muslim.

Perdana Menteri Malaysia Najib Razak hari Sabtu (21/11) menyerukan kepada sesama pemimpin Asia Tenggara untuk bersatu dalam "melawan ekstremisme" untuk memerangi jihadis.

Hal itu dinyatakan pemimpin negara yang menjadi tuan rumah KTT ASEAN ke-27 dalam upacara pembukaan pertemuan tersebut. Ia juga menyampaikan pandangannya terkait serangan teroris baru-baru ini oleh ekstremis Muslim di Perancis, Mali dan di tempat-tempat lain.​

Petugas kepolisian memeriksa keamanan di sekitar gedung pelaksanaan KTT ASEAN ke-27 di Kuala Lumpur, Malaysia, Nov. 20, 2015.

Petugas kepolisian memeriksa keamanan di sekitar gedung pelaksanaan KTT ASEAN ke-27 di Kuala Lumpur, Malaysia, Nov. 20, 2015.

Najib mengutip al-Quran untuk membantah jihadis, mengatakan kepada para pemimpin ASEAN lainnya bahwa "(Islam) moderat, atau wasatiyyah, adalah jantung Islam. Ini adalah perintah al-Quran yang harus dipatuhi oleh umat Islam."

Hal tersebut juga dibahas ketika Najib bertemu Jumat malam dengan Presiden AS Barack Obama di Kuala Lumpur.

"Sangat penting bagi kami untuk menyajikan Islam yang otentik," kata Najib kepada wartawan seusai pertemuan.​

“Malaysia merupakan bagian dari koalisi untuk memerangi ISIS dan dapat memberikan bantuan yang luar biasa dalam menghadapi isu-isu seperti melawan narasi yang merusak dan yang sesat yang sedang telah berkembang," kata Obama kepada wartawan.

ASEAN merupakan wilayah dengan penduduk Muslim 240 juta, 140 juta umat Buddha, 130 juta orang Kristen dan jutaan pengikut agama lain, kata Najib. Ia mengenang bagaimana para akademisi dalam beberapa dekade dan abad terakhir menyebut wilayah ini "zona budaya dan politik buruk" dan meramalkan bahwa "perang dan pemisahan akan muncul sebagai konsekuensi alami. "

Najib, dalam sambutannya Sabtu di hadapan sesama pemimpin negara-negara Asia Tenggara pada pembukaan KTT, berpendapat bahwa ASEAN, sejak didirikan tahun 1967, telah membantu menjaga perdamaian.

Meski demikian, Malaysia dan daerah-daerah di sekitarnya telah menghadapi peningkatan dukungan kalangan ekstremis Muslim untuk kelompok-kelompok seperti al-Qaida dan ISIS dalam beberapa tahun terakhir, menurut pejabat keamanan regional.

KTT ASEAN saat ini tampaknya dijadikan target serangan pembom bunuh diri, menurut sebuah buletin yang diedarkan oleh polisi di negara bagian Sabah. [eis/hd]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG