Tautan-tautan Akses

PM Kamboja dan Oposisi Bicarakan Penyelesaian Krisis Politik


PM Kamboja Hun Sen (kiri) dan pemimpin Partai Penyelamat Nasional Kamboja (CNRP) Sam Rainsy, saling berjabat tangan seusai pertemuan di Phnom Penh (16/9).

PM Kamboja Hun Sen (kiri) dan pemimpin Partai Penyelamat Nasional Kamboja (CNRP) Sam Rainsy, saling berjabat tangan seusai pertemuan di Phnom Penh (16/9).

Perdana Menteri Kamboja Hun Sen dan pemimpin oposisi utama negara itu, Sam Rainsy, mengadakan pembicaraan untuk kedua kalinya untuk menyelesaikan krisis politik yang memburuk.

Pertemuan antara Perdana Menteri Kamboja Hun Sen dan Sam Rainsy, pemimpin Partai Penyelamat Nasional Kamboja (CNRP), Senin (16/9) berlangsung sehari setelah para demonstran berpawai melalui jalan-jalan ibukota, Phnom Penh, dan bentrok dengan polisi yang bersenjatakan gas air mata, granat asap dan meriam air.

Hari Senin para demonstran berkumpul di Taman Kebebasan untuk hari kedua sementara Hun Sen bertemu dengan Ketua Partai Penyelamatan Nasional Sam Rainsy.

Para aktivis hak asasi mengatakan, satu orang ditembak tewas di jalan layang menuju Taman Kebebasan, dimana 20 ribu aktivis menghadiri rapat umum yang dipimpin Rainsy.

Kekerasan itu menandai peningkatan krisis politik yang melanda Kamboja sejak komisi pemilu meratifikasi Partai Rakyat Kamboja yang dipimpin Hun Sen sebagai pemenang dalam pemilu, dengan 68 kursi parlemen, mengungguli Partai Penyelamatan Nasional yang memperoleh 55 kursi.

Partai Penyelamatan Nasional menolak hasil itu, dan mengatakan bahwa terjadi kecurangan meluas dalam pemilu.
XS
SM
MD
LG