Tautan-tautan Akses

PM Jepang: Pembersihan Limbah Nuklir Sesuai Jadwal, Meski Ada Kemunduran


Para pekerja TEPCO memeriksa kondisi di reaktor nuklir No. 1 di PLTN Fukushima (12/5).

Para pekerja TEPCO memeriksa kondisi di reaktor nuklir No. 1 di PLTN Fukushima (12/5).

PM Jepang Naoto Kan berharap untuk menyelesaikan krisis nuklir di PLTN Fukushima dalam waktu enam sampai sembilan bulan.

Perdana Menteri Jepang Naoto Kan mengatakan Jepang masih berharap untuk menyelesaikan krisis di pabrik pembangkit listrik nuklir Fukushima dalam waktu enam sampai sembilan bulan, meskipun bukti baru menunjukan kecelakaan awal ternyata lebih buruk daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Perdana Menteri Naoto Kan mengatakan kepada sebuah komisi parlemen hari Senin bahwa penemuan terbaru dapat memaksa para teknisi mengubah cara mereka untuk mematikan reaktor, tetapi ia percaya mereka mampu mengerjakannya sesuai jadwal untuk mengendalikan pabrik nuklir itu kembali normal seperti yang diumumkan tanggal 17 April .

Tokyo Electric Power Company (TEPCO) hari Minggu mengatakan yakin bahwa semua batang-batang bahan bakar nuklir dalam reaktor utama pabrik itu meleleh dan jatuh ke dasar unit ruang tekanan unit dalam waktu 16 jam dari bencana tsunami tanggal 11 Maret yang merusak sistem pendingin pabrik itu.

TEPCO mengatakan bahan bakar cair yang masih terendam air telah didinginkan, tetapi ada lubang kecil di bagian bawah ruang tekanan, sehingga air yang mengandung radioaktif bocor ke ruang bawah tanah pabrik itu.

Kecelakaan nuklir terburuk dalam seperempat abad ini dipicu oleh gempa berskala 9 Richter dan tsunami dahsyat yang melanda wilayah timur laut Jepang. Polisi mengatakan sedikitnya 25.000 orang tewas dan hilang.

Keprihatinan mengenai radiasi yang berasal dari PLTN itu memaksa banyak penduduk mengungsi.

Hari minggu kemarin, ribuan lagi penduduk diluar zona berbahaya 20 kilometer diperintahkan mengungsi dari rumah mereka. Pihak berwenang mengatakan kondisi atmosfir telah menimbulkan kekhawatiran keamanan jangka panjang mengenai tingkat radiasi di kota-kota dan perkampungan penduduk didekat PLTN itu.

Sekitar 80.000 orang terpaksa mengungsi dari zona berbahaya 20 kilometer itu. Belum ada informasi kapan mereka boleh kembali ke tempat asal mereka.

XS
SM
MD
LG