Tautan-tautan Akses

PM Jepang Mungkin Letakkan Jabatan Akhir Bulan Ini


Naoto Kan, memangku jabatan PM Jepang mulai bulan Juni tahun 2010.

Naoto Kan, memangku jabatan PM Jepang mulai bulan Juni tahun 2010.

Naoto Kan mendapat kecaman atas caranya menangani krisis nuklir yang gawat setelah gempa bumi dan tsunami bulan Maret.

Media berita Jepang mengatakan Perdana Menteri negara itu Naoto Kan kemungkinan akan meletakkan jabatan sebelum akhir bulan ini.

Menurut laporan, Partai Demokrat yang berkuasa berencana mengadakan pemilihan ketua sekitar tanggal 28 Augustus. Calon-calon yang mungkin dapat menggantikan Kan antara lain Menteri keuangan Yoshihiko Noda, mantan menteri pertanahan Sumio Mabuchi dan mantan menteri lingkungan Sakihito Ozawa.

Kan memangku jabatan bulan Juni tahun 2010 sebagai perdana menteri ke-5 Jepang dalam 5 tahun. Ia mendapat kecaman atas caranya menangani krisis nuklir yang gawat setelah gempa bumi dan tsunami melumpuhkan pembangkit Fukushima bulan Maret.

Perdana menteri yang menghadapi banyak kritikan itu telah menetapkan beberapa persyaratan untuk peletakan jabatannya. Ini, antara lain, pemberlakuan anggaran tambahan untuk membantu mendanai pemulihan dari kedua bencana dan parlemen meluluskan rancangan yang mengizinkan pemerintah untuk menerbitkan obligasi yang akan menutupi defisit anggaran yang telah diperkirakan.

Laporan media Jepang mengatakan kedua persyaratan itu tampaknya mungkin dipenuhi sebelum akhir bulan ini. Kan juga menghendaki parlemen meluluskan undang-undang yang menggalakkan sumber-sumber energi yang dapat diperbaharui sebelum ia meletakkan jabatan.

XS
SM
MD
LG