Tautan-tautan Akses

Netanyahu: Pemasangan Kamera di Tempat Suci di Yerusalem Demi Kepentingan Israel


Kubah Masjid 'The Dome of the Rock' di komplek Masjid Al-Aqsa di kota tua Yerusalem (14/10).

Kubah Masjid 'The Dome of the Rock' di komplek Masjid Al-Aqsa di kota tua Yerusalem (14/10).

Ketegangan terkait kekhawatiran mengenai perubahan peraturan itu diduga menjadi salah satu penyebab utama kekerasan selama berminggu-minggu yang telah menewaskan sedikitnya 10 warga Israel dan sekitar 50 orang Palestina.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu hari Minggu (25/10) mengatakan bahwa menambahkan video pemantau di tempat suci di Yerusalem adalah demi kepentingan Israel. Tempat suci itu dikenal sebagai Temple Mount oleh umat Yahudi dan Masjid al-Aqsa oleh umat Islam.

Ia mengatakan dalam rapat kabinet bahwa langkah itu akan membantu menyangkal klaim bahwa Israel ingin mengubah peraturan yang mengizinkan Muslim, bukan Yahudi, untuk berdoa di sana, dan sekaligus untuk “menunjukkan di mana provokasi itu sebenarnya berasal.”

Ketegangan terkait kekhawatiran mengenai perubahan peraturan itu telah menyebabkan kekerasan selama berminggu-minggu yang menewaskan sedikitnya 10 warga Israel dan sekitar 50 orang Palestina.

Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry hari Sabtu mengatakan bahwa Israel dan Yordania sependapat mengenai langkah-langkah spesifik untuk membantu mengurangi kekerasan, termasuk dengan memasang video pemantau.

“Ini akan memberi visibilitas dan transparansi yang menyeluruh,” kata Kerry. “Ini benar-benar akan menjadi faktor signifikan dalam mencegah siapapun merusak kesucian tempat ini,” lanjutnya.

Ia berkomentar demikian sewaktu tampil bersama dengan Menteri Luar Negeri Yordania Nasser Judeh di Amman.

Judeh mengatakan isu-isu di Timur Tengah “sangat rumit,” tetapi semua pihak yang terlibat dapat “mengatasi apa yang mungkin dianggap sebagai kesulitan yang tak dapat ditanggulangi.”

Tetapi Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Maliki segera menentang kamera pengintai itu. Seraya menyebut sistem itu sebagai “suatu perangkap” baru, ia mengatakan kepada radio Voice of Palestine hari Minggu bahwa ia percaya Israel nantinya akan menggunakan video-video para jemaah Muslim itu untu menangkap mereka dengan alasan “menyulut” kekerasan. [uh]

XS
SM
MD
LG