Tautan-tautan Akses

PM Israel: Lebanon dan Suriah Bertanggung Jawab Atas Serangan Terhadap Israel


Tentara Israel dekat kendaraan militer yang terhantam misil yang ditembakkan Hizbullah di perbatasan Israel-Lebanon (28/1). (AP/Ariel Schalit)

Tentara Israel dekat kendaraan militer yang terhantam misil yang ditembakkan Hizbullah di perbatasan Israel-Lebanon (28/1). (AP/Ariel Schalit)

Menurut penjaga perdamaian PBB, enam misil ditembakkan terhadap Israel dari desa Lebanon, yang mendorong Israel membalasnya.

Adu tembak misil dekat perbatasan dengan Suriah dan Lebanon menewaskan dua tentara Israel dan seorang tentara Spanyol anggota pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon selatan. Tujuh tentara Israel juga luka-luka.

Israel menuduh kelompok militan Islamis yang berbasis di Lebanon, Hizbullah, sebagai pelaku serangan itu.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan dalam rapat Kabinet, Rabu (28/1), bahwa Iran sedang menggunakan Hizbullah dalam usaha menegakkan satu lagi “front teroris” dari bagian Suriah di Dataran Tinggi Golan.

Pemerintah Lebanon dan Presiden Suriah Assad sama-sama bertanggung jawab atas konsekuensi serangan terhadap Israel yang datang dari wilayah mereka itu, kata perdana menteri kepada Kabinet.

Menurut penjaga perdamaian PBB, enam misil ditembakkan terhadap Israel dari desa Lebanon, yang mendorong Israel membalasnya.

Misil Hizbullah itu tampaknya sebagai pembalasan atas yang dicurigai serangan udara Israel terhadap Suriah sebelumnya bulan ini, menewaskan enam anggota Hizbullah dan seorang jenderal Iran.

Dewan Keamanan PBB mengadakan rapat hari Rabu untuk membicarakan keadaan itu.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Jen Psaki mengatakan Amerika dengan kuat mengutuk serangan Hizbullah itu, dan menyebutnya pelanggaran gencatan senjata antara Israel dan Lebanon.

Psaki juga mengatakan Amerika mendukung hak Israel yang sah untuk membela diri.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG