Tautan-tautan Akses

AS

PM Israel Bertemu Para Capres AS


Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di dalam mobil meninggalkan Trump Tower, New York, setelah bertemu Donald Trump (25/9). (AP/Evan Vucci)

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di dalam mobil meninggalkan Trump Tower, New York, setelah bertemu Donald Trump (25/9). (AP/Evan Vucci)

Pertemuan-pertemuan dengan Netanyahu ini membantu menunjukkan kemahiran para calon presiden Amerika dalam kebijakan luar negeri, menjelang debat pertama.

Calon-calon presiden Amerika melangsungkan pertemuan secara terpisah dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu hari Minggu (25/9), sehari sebelum debat presiden pertama.

Pertemuan itu berlangsung tertutup, tetapi tim kampanye calon presiden Partai Demokrat Hillary Clinton dan Partai Republik Donald Trump masing-masing mengeluarkan pernyataan menggambarkan pertemuan tersebut.

Clinton menegaskan pentingnya “Israel yang aman dan kuat”. Ia mengatakan akan bertekad mewujudkan solusi dua negara antara Israel dan Palestina sebagai hasil perundingan langsung dan bukan hasil yang dipaksakan oleh PBB atau pihak-pihak luar lainnya.

Mantan menteri luar negeri itu juga bertekad menerapkan perjanjian nuklir internasional dengan Iran, yang sebelumnya dikecam keras Netanyahu.

Sementara itu tim kampanye Trump mengatakan “secara garis besar” Trump dan Netanyahu membahas penggunaan tembok pembatas oleh Israel untuk mengamankan perbatasannya, suatu contoh yang kerap disebut Trump ketika ia bicara tentang tembok pembatas yang ingin dibangunnya diantara Amerika dan Meksiko.

Tim kampanye Trump mengatakan calon presiden itu juga berjanji akan mengakui Yerusalem sebagai “ibukota negara Israel yang utuh”.

Langkah itu akan mengubah secara besar-besaran kebijakan Amerika sejak terbentuknya Israel tahun 1948. Status Yerusalem merupakan isu yang paling diperdebatkan oleh Israel dan Palestina. Amerika memiliki kedutaan besar di Tel Aviv, dan secara resmi tidak mengakui Yerusalem sebagai bagian negara mana pun.

Pertemuan-pertemuan Netanyahu ini membantu menunjukkan kemahiran para calon presiden Amerika dalam kebijakan luar negeri, menjelang debat pertama Senin malam di pinggiran kota New York, enam minggu sebelum pemungutan suara 8 November. [em]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG