Tautan-tautan Akses

PM Israel Bentuk Pemerintahan Koalisi Baru


Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berpidato di parlemen Israel di Yerusalem (4/5). (Reuters/Ronen Zvulun)

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berpidato di parlemen Israel di Yerusalem (4/5). (Reuters/Ronen Zvulun)

Jika gagal mencapai persetujuan, Netanyahu akan terpaksa turun dari jabatan dan Presiden Israel akan terpaksa berpaling ke pemimpin partai lain untuk membentuk pemerintahan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah membentuk pemerintahan baru Rabu malam, dengan mencapai persetujuan saat terakhir dengan partai Tanah Air Yahudi ekstrem kanan tidak lama sebelum batas waktu tengah malam.

Jika gagal mencapai persetujuan itu, Netanyahu akan terpaksa turun dari jabatan dan Presiden Israel akan terpaksa berpaling ke pemimpin partai lain untuk membentuk pemerintahan.

Partai Likud konservatif Netanyahu akan memerintah dengan mayoritas satu kursi, dan memegang 61 dari ke-120 kursi parlemen.

Likud akan memimpin koalisi partai-partai Orthodox yang sebagian besar sayap kanan, termasuk partai Tanah Air Yahudi, yang menentang pembicaraan perdamaian dengan Palestina dan berusaha memperluas pemukiman Yahudi di daerah-daerah yang dihendaki Palestina untuk negara mereka di masa depan.

Pemerintahan Obama sudah berselisih dengan Netanyahu karena kegiatan pemukiman Yahudi, pembicaraan perdamaian yang macet, dan kecaman tajamnya yang terbuka mengenai pembicaraan nuklir Iran.

Netanyahu dan Likud memenangkan pemilu parlemen Israel bulan Maret. Tetapi perselisihan dengan para pemimpin partai lain mengenai kursi Kabinet menghambat pembentukan pemerintahan baru.

XS
SM
MD
LG