Tautan-tautan Akses

PM India Ubah Citra Dirinya Sebagai Pemimpin Pro Warga Miskin


PM India Narendra Modi memberikan sambutan di hadapan para pendukungnya di kantor pusat Partai Bharatiya Janata (BJP), New Delhi, India, 12 Maret 2017.

PM India Narendra Modi memberikan sambutan di hadapan para pendukungnya di kantor pusat Partai Bharatiya Janata (BJP), New Delhi, India, 12 Maret 2017.

Setelah meraih kemenangan meyakinkan bagi partainya, Partai Bharatiya Janata, di negara bagian yang paling padat penduduknya, Uttar Pradesh, PM Narendra Modi berjanji akan mengarahkan negaranya menuju India Baru pada tahun 2022, dengan janji memperbaiki peluang bagi warga miskin.

Para analis mengatakan, keberhasilan Modi dalam pemilu diraih setelah sukses mengubah citranya dari pemimpin yang pro-bisnis ke pemimpin pro-warga miskin. Dalam kampanyenya ia yang berusaha memperbaiki kehidupan jutaan warga yang tidak tersentuh oleh kemajuan ekonomi India dalam beberapa dekade terakhir.

Di Uttar Pradesh, salah satu negara bagian yang paling miskin di India, di mana pendapatan per kapitanya setengah dari rata-rata nasional, janji kampanyenya untuk meningkatkan kemakmuran warga miskin didengar rakyat dari berbagai kasta.

Menurut Haras Pant dari Observer Research Foundation di New Delhi, pandangan Modi itu membantu partai nasionalis Hindu BJP mendobrak rintangan kasta di negara bagian yang secara tradisional mengutamakan kasta dan komunitas,serta mengubah dinamika politik di negara itu.

Pant lebih lanjut mengatakan, walapun partai-partai oposisi menuding Modi gagal memenuhi janjinya menciptakan lebih banyak pekerjaan selama tiga tahun berkuasa, pemilu itu menunjukkan rakyat memandangnya sebagai pemimpin yang paling bisa dipercaya. Pant mengungkapkan, gagasan Modi mengenai India baru merebut perhatian para pendukungnya.

Kemenangan BJP dalam merebut 312 kursi dani 403 kursi yang diperebutkan di Uttar Pradesh mengejutkan para pengamat dan para pengecam Modi. Sebelumnya muncul dugaan bahwa Modi akan mengalami pukulan politik akibat kebijakan larangan peredaran uang kertas tertentu yang dikeluarkannya tahun lalu yang mengundang kontroversi dan menimbulkan kelangkaan uang kontan.

Namun rupanya, jutaan pemilih memandang kebijakan Modi itu sebagai langkah pro-warga miskin dan menganggapnya sebagai pejuang anti korupsi yang berani mengambil langkah keras untuk memberantas korupsi hingga ke akar-akarnya. [ab/as]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG