Tautan-tautan Akses

PM India akan ke China untuk Bahas Perjanjian Perbatasan

  • Anjana Parischa

PM China Li Keqiang (kiri) dan PM India Manmohan Singh berbicara dalam konferensi pers bersama di New Delhi (20/5).

PM China Li Keqiang (kiri) dan PM India Manmohan Singh berbicara dalam konferensi pers bersama di New Delhi (20/5).

PM India Manmohan Singh akan berkunjung ke Beijing pekan depan untuk membahas masalah perjanjian perbatasan dengan para pemimpin China.

Perdana Menteri India Manmohan Singh akan berkunjung ke Beijing pekan depan untuk bertemu dengan para pemimpin senior China di mana perjanjian perbatasan akan menjadi fokus utama pembicaraan pemimpin kedua negara.

Perjanjian itu dimaksudkan untuk meredakan ketegangan yang meningkat awal tahun ini setelah serbuan tentara China ke wilayah yang klaim oleh India. Meskipun hubungan perdagangan meningkat, rasa saling curiga kedua negara masih mendalam.

Beberapa hari sebelum Perdana menteri India Manmohan Singh mendarat di Beijing, para diplomat dari ke dua pihak disibukkan dengan persiapan-persiapan akhir sebuah perjanjian perbatasan.

Para pejabat berharap bisa mengatasi kekurangan pada menit-menit terakhir, perjanjian itu akan ditandatangani selama kunjungan Singh. Menteri Luar Negeri India, Sujatha Singh mengatakan;

"Mempertahankan perdamaian, ketenangan dan stabilitas di wilayah perbatasan kita, merupakan sebuah faktor penting dalam hubungan bilateral kita dan diharapkan ini akan menjadi aspek penting dalam perundingan karena hal ini juga menjadi dasar di mana hubungan bilateral bisa berlanjut dan berkembang," ujar Singh.

Upaya-upaya untuk mencapai kesepakatan perbatasan mendapat momentum setelah ketegangan tiga minggu antara angkatan darat mereka bulan April lalu. Ketegangan itu dipicu oleh tuduhan-tuduhan India bahwa tentara China menerobos masuk ke dalam wilayahnya di kawasan Ladakh.

Beijing menyangkal penyerbuan itu, tapi kekhawatiran meningkat di India akan makin tegasnya China di sepanjang perbatasan.

Sujit Dutta, seorang pakar China di Jamia Milia University di New Delhi mengatakan perjanjian perbatasan itu dimaksudkan untuk mencegah bentrokan semacam itu.

Duta memaparkan, "Perjanjian itu akan meningkatkan, agar tingkat mekanisme tertentu pada kedua belah pihak memastikan bahwa apa yang terjadi awal tahun ini tidak terjadi lagi. China masuk 19 kilometer, sepengetahuan India mengenai garis pengawasan sebenarnya adalah pasukan China telah menerobos 19 kilometer. Itu adalah penerobosan yang besar, yang bisa terjadi lagi karena garis pengawasan sebenarnya tidak digambarkan."

Upaya-upaya untuk menyelesaikan sengketa perbatasan selama beberapa dekade gagal meskipun ada serangkaian perundingan.

Di New Delhi kecurigaan merebak karena China meningkatkan infrastruktur militernya di sepanjang perbatasan. India juga mulai meningkatkan jalan-jalan dan bandara di daerah-daerah perbatasan.

Seorang juru bicara kementrian luar negeri China mengatakan Beijing akan bekerja sama dengan India untuk membangun rasa saling percaya. Pejabat China mengatakan bahwa India dan China adalah dua negara terbesar yang sedang berkembang dan ekonominya sedang berkembang di dunia dan ada prospek besar bagi kedua negara untuk terlibat dalam perdagangan dan kerjasama.

Hubungan ekonomi akan menjadi agenda lawatan Manmohan Singh dan ia akan mendesak China untuk meningkatkan investasinya di India. Meskipun perdagangan meningkat, India prihatin mengenai defisit perdagangan hampir 30 milyar dolar.

Meskipun ada tantangan-tantangan tersebut, pejabat di kedua negara menyampaikan harapan positif, memperkirakan hubungan antara kedua raksasa Asia yang berperang tahun 1962 itu bergerak ke arah yang tepat.
XS
SM
MD
LG