Tautan-tautan Akses

PM Australia Lakukan Kunjungan Pertama ke Indonesia


Perdana Menteri Australia yang baru Tony Abbott memperkenalkan para menterinya pada upacara pelantikannya di Canberra (18/9). (Reuters/Andrew Taylor)

Perdana Menteri Australia yang baru Tony Abbott memperkenalkan para menterinya pada upacara pelantikannya di Canberra (18/9). (Reuters/Andrew Taylor)

Perdana Menteri baru Australia Tony Abbott tiba di Indonesia hari Senin (30/9) dalam kunjungan yang kemungkinan akan didominasi oleh kebijakan kerasnya mengenai pencari suaka.

Perdana Menteri Australia Tony Abbott berkunjung ke Indonesia Senin (30/9) dalam perjalanan dinas pertama ke luar negeri setelah ia menjabat, sebuah kunjungan dua hari yang sepertinya akan didominasi oleh isu-isu imigrasi.

Abbott tiba tiga hari setelah sebuah kapal yang dipenuhi pencari suaka dan menuju Australia tenggelan di perairan Cianjur, menewaskan 29 orang dan mengakibatkan puluhan lainnya hilang.

Abbott memulai kunjungannya di Jakarta dengan meletakkan karangan bunga di makam nasional yang menghormati pahlawan perang Indonesia, beberapa jam sebelum pertemuannya yang dijadwalkan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Abbott dijadwalkan bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Senin. Ia akan didampingi oleh Menteri Luar Negeri Julie Bishop, Menteri Perdagangan Andrew Robb dan 20 pengusaha senior.

Sebelum meninggalkan Sydney Senin, Abbott menekankan pentingnya hubungan antara kedua negara tetangga, yang menurut kantornya memiliki perdagangan timbal balik yang bernilai A$14,6 miliar (US$13,6 miliar) per tahun.

“Meski Indonesia barangkali belum menjadi hubungan ekonomi atau keamanan terpenting, dalam banyak hal hubungan dengan Indonesia merupakan yang terpenting,” ujar Abbott.

Pemimpin baru Australia itu memenangkan pemilu nasional 7 September lalu dan berjanji akan “menghentikan kapal-kapal” untuk mengakhiri arus konstan pencari suaka yang berlayar dari Indonesia ke Australia.

Berdasarkan kebijakan baru tersebut, angkatan laut Australia telah diperintahkan untuk mencegah kapal-kapal pencari suaka tersebut mencapai pantai Australia. Indonesia sendiri telah mengungkapkan kekhawatiran mengenai rencana Abbott, termasuk membuat angkatan laut Australia menghentikan kapal-kapal tersebut dan memaksa mereka kembali. Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa memperingatkan bahwa langkah itu dapat melanggar kedaulatan negara. (AP)
XS
SM
MD
LG