Tautan-tautan Akses

PM Australia Dikecam Karena Berencana Tutup 150 Perkampungan Aborigin


Perdana Menteri Australia Tony Abbott berbicara di parlemen di Canberra (23/2). (AP/Rob Griffith)

Perdana Menteri Australia Tony Abbott berbicara di parlemen di Canberra (23/2). (AP/Rob Griffith)

Perdana Menteri itu mengatakan bahwa kalau orang ingin hidup di tempat terpencil, sebagaimana dilakukan banyak penduduk asli, “ada batas apa yang dapat kita harapkan dari pemerintah untuk kita.”

Perdana Menteri Australia Tony Abbott mendapat kritikan setelah ia mengutarakan kekecewaan atas apa yang disebutnya “pilihan pola kehidupan” masyarakat penduduk asli di tempat terpencil negara itu.

Abbot mengeluarkan pernyataan itu Selasa (10/3) dalam wawancara dengan lembaga penyiaran Australian Broadcasting Corporation (ABC) dimana ia membela rencananya untuk menutup sampai 150 perkampungan penduduk asli atau Aboriginal.

Perdana Menteri yang konservatif itu mengatakan bahwa kalau orang ingin hidup di tempat terpencil, sebagaimana dilakukan banyak penduduk asli, “ada batas apa yang dapat kita harapkan dari pemerintah untuk kita.”

“Yang tidak dapat dilakukan pemerintah adalah mensubsidi untuk selamanya pilihan pola-kehidupan kalau pola kehidupan itu tidak mendorong partisipasi penuh dalam masyarakat Australia yang harus dilakukan oleh setiap orang,” katanya.

Komentar itu mendatangkan celaan tajam dari banyak politisi dan analis Australia, termasuk Warren Mundine, penasehat utama perdana menteri itu dalam masalah Aboriginal.

“Ini bukan pola kehidupan, ini bukan seperti pensiun dan pindah untuk melakukan perubahan besar, ini adalah perasaan keterikatan yang sudah ribuan tahun dengan tanah asal, keyakinan agama mereka dan inti identitas mereka,” kata Mundine kepada media Australia.

Penduduk Aborigin di Australia, yang sudah hidup di benua itu selama paling sedikit 40 ribu tahun, sangat miskin dibandingkan dengan warga selebihnya negara itu.

XS
SM
MD
LG