Tautan-tautan Akses

PM Australia Desak Parlemen Pertimbangkan Kembali Larangan Cadar


PM Australia Tony Abbott meminta para pejabat negara untuk mempertimbangkan kembali langkah keamanan baru di Gedung Parlemen, yang memisahkan perempuan-perempuan Muslim bercadar dengan para pengunjung lain (Foto: dok).

PM Australia Tony Abbott meminta para pejabat negara untuk mempertimbangkan kembali langkah keamanan baru di Gedung Parlemen, yang memisahkan perempuan-perempuan Muslim bercadar dengan para pengunjung lain (Foto: dok).

Langkah tersebut dikecam luas sebagai kemungkinan pelanggaran undang-undang anti diskriminasi federal, yang mungkin tidak membantu keamanan gedung.

Perdana Menteri Australia Tony Abbott mengatakan, hari Jumat (3/10), dia telah meminta para pejabat negara untuk mempertimbangkan kembali langkah keamanan baru di Gedung Parlemen, yang memisahkan perempuan-perempuan Muslim bercadar dengan para pengunjung lain.

Departemen pemerintah yang mengelola Gedung Parlemen, mengumumkan, "orang-orang yang bercadar" tidak akan diizinkan lagi tampil di balai-balai umum terbuka di DPR dan Senat. Mereka akan diarahkan ke ruang yang biasanya diperuntukkan bagi anak-anak sekolah yang bising, di mana mereka dapat duduk di balik kaca kedap suara.

Langkah tersebut dikecam luas sebagai kemungkinan pelanggaran undang-undang anti diskriminasi federal, yang mungkin tidak membantu keamanan gedung.

Kontroversi itu mencuat saat pemerintah berusaha meyakinkan golongan minoritas Muslim Australia, bahwa undang-undang kontra terorisme baru yang kaku dan berbagai razia polisi terhadap rumah-rumah tersangka pelaku teror dalam minggu-minggu terakhir ini diarahkan kepada tindak kejahatan, bukan terhadap agama tertentu. Abbott mengatakan dia meminta Ketua Parlemen Bronwyn Bishop untuk "memikirkan kembali keputusan tersebut."

XS
SM
MD
LG