Tautan-tautan Akses

Piranti Lunak untuk Petakan Dampak Program Pencegahan Diare

  • Art Chimes
  • Zefanya Rampengan

Buruknya kebersihan dan sanitasi di Haiti pasca gempa menyebabkan lebih dari 4.000 orang meninggal akibat diare.

Buruknya kebersihan dan sanitasi di Haiti pasca gempa menyebabkan lebih dari 4.000 orang meninggal akibat diare.

Piranti lunak yang disebut 'Lives Saved Tool' mampu memperkirakan dampak setiap tindakan pencegahan diare di setiap negara.

Lebih dari sejuta anak meninggal setiap tahun akibat terjangkit diare, walaupun cara mencegah dan mengobati penyakit tersebut bukan rahasia lagi. Dewasa ini ahli-ahli kesehatan masyarakat mengatakan kebanyakan kematian akibat diare bisa dicegah dengan strategi yang sudah ada.

Mikroorganisme penyebab diare bisa menyebar melalui makanan dan air yang terkontaminasi atau karena buruknya kebersihan dan sanitasi.

Berbagai intervensi yang dilakukan terhadap air dan sistim pembuangannya, obat-obatan antibiotik hingga terapi rehidrasi oral berhasil menurunkan jumlah kematian dari 4.5 juta diawal tahun 1980-an menjadi 1.3 juta sekarang ini. Tetapi upaya penurunan angka kematian selanjutnya terbukti sangat sulit menurut Ingrid Friberg dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas John Hopkins.

“Ini menjadi masalah bukan karena kita tak tahu apa yang bisa dilakukan. Banyak sekali yang bisa kita lakukan. Yang jadi masalah adalah biayanya dan bagaimana menjalankan intervensi tersebut serta menerapkannya di berbagai negara," ujar Friberg.

Friberg adalah salah seorang penulis laporan baru yang menggunakan piranti lunak komputer yang memetakan dampak dari berbagai intervensi terhadap diare.

Ia mengatakan, “Dengan menerapkan 10 intervensi yang berbeda kita akan menurunkan jumlah kematian sebesar 78%, menjadi kurang dari 400.000 per tahun, dibanding prediksi kita yang sebesar 1.6 juta pada tahun 2015 jika dilakukan perubahan-perubahan lain.”

Piranti lunak itu, yang disebut sebagai Lives Saved Tool atau Alat Penyelamat Jiwa, memperkirakan dampak dari setiap tindakan pencegahan diare di setiap negara. Terkadang tindakan yang termurah dan paling sederhana sangat efektif. Terapi dehidrasi oral biayanya beberapa sen saja, sementara yang lain seperti vaksin virus atau membangun sistem penyediaan air bersih biayanya lebih mahal.

Friberg dan rekan sesama penulisnya berharap laporan baru itu akan digunakan dengan berbagai tujuan. Misalnya, untuk mempengaruhi donor dalam membiayai program anti-malaria.

Lebih lanjut ia mengatakan,“Hal lain yang mungkin bermanfaat yaitu untuk mengingatkan orang-orang yang hanya berfokus pada cara-cara baru bahwa ada banyak cara yang sudah ada yang bisa kita lakukan. Kita tak harus menciptakan cara baru, kita dapat memanfaatkan apa yang sudah kita ketahui.”

Laporan Friberg dan penulis utama Christa Fischer Walker dan rekan –rekannya itu dipublikasikan oleh jurnal “PloS Medicine.”



XS
SM
MD
LG