Tautan-tautan Akses

Pimpinan Kudeta Thailand: Pemilu Mungkin Baru Setahun Lagi


Warga lokal menyerahkan minuman dingin kepada tentara yang berjaga-jaga mencegah demonstrasi anti kudeta di Monumen Kemenangan, di Bangkok, Thailand, 29/5/2014.

Warga lokal menyerahkan minuman dingin kepada tentara yang berjaga-jaga mencegah demonstrasi anti kudeta di Monumen Kemenangan, di Bangkok, Thailand, 29/5/2014.

Pemimpin militer Thailand mengatakan pemilu untuk mengembalikan negara itu ke kekuasaan sipil mungkin setidaknya masih setahun lagi.

Dalam pidato yang disiarkan di TV nasional Jumat malam, Jenderal Praayuth Chan-ochs mengatakan proses rekonsiliasi dan reformasi politik harus dilakukan sebelum pemilu. Sebagian besar pidatonya digunakan untuk menjelaskan kepada masyarakat bahwa ekonomi Thailand kuat dan bahwa para investor sebaiknya tetap percaya diri.

Namun, dia juga memperingatkan para demonstran untuk berhenti berunjuk rasa menentang kudeta militer yang dipimpinnya pekan lalu, karena katanya konflik akan menghambat proses pemulihan ke kekuasaan sipil.

Ratusan pasukan pemerintah menutup beberapa persimpangan jalan yang sibuk di Bangkok hari Kamis untuk mencegah aksi unjuk rasa. Truk-truk yang mengangkut tentara memblokir jalan-jalan menuju Monumen Kemenangan di kota itu dalam pagelaran kekuatan besar-besaran yang terjadi di tengah jam sibuk pada sore hari dan banyak pedagang kakilima menutup usahanya lebih awal. Hanya ada sedikit pengunjuk rasa yang terlihat, tetapi mereka dikatakan akan merencanakan protes besar hari Minggu di ibukota.

Para penguasa militer Thailand telah melarang protes dan menahan ratusan para pejabat pemerintah, politisi dan aktivis anti-kudeta sejak berkuasa pekan lalu. Sebagian besar telah dibebaskan setelah berjanji tidak akan terlibat dalam protes-protes umum, tetapi yang lainnya akan diadili.
XS
SM
MD
LG