Tautan-tautan Akses

Pimpinan G8 akan Bertemu di Irlandia Utara

  • Al Pessin

Resor golf Lough Erne Enniskillen di Irlandia Utara, akan menjadi tempat diadakannya KTT G8 pada tanggal 17-18 Juni.

Resor golf Lough Erne Enniskillen di Irlandia Utara, akan menjadi tempat diadakannya KTT G8 pada tanggal 17-18 Juni.

Para pemimpin dari delapan negara industri terkemuka di dunia akan bertemu di Irlandia Utara minggu depan dalam KTT tahunan G8.

Para pemimpin itu akan bertemu di resor tepi danau terpencil di Irlandia Utara. Mereka akan menghadiri KTT dua hari yang berkualitas, jauh dari demonstrasi seperti yang terjadi di London oleh para demonstran yang menyebut diri mereka “anti-kapitalis,” dan jauh dari protes seperti yang terjadi bulan Januari lalu di Belfast yang jaraknya sekitar 100 kilometer dari tempat KTT.

Demonstrasi bulan Januari lalu itu mengingatkan bahwa ketegangan puluhan tahun antara warga Protestan dan Katolik di Irlandia Utara masih jauh dari berakhir. Tetapi hal itu bukan citra yang ingin ditunjukkan oleh Inggris untuk KTT itu.

Para pejabat mengusahakan pertemuan yang lebih mirip acara tahun lalu di tempat peristirahatan kepresidenan Amerika di Camp David. Perdana Menteri Inggris David Cameron ingin memusatkan perhatian pada perdagangan, perpajakan dan transparansi, dan setidaknya mengenai satu isu utama internasional, yakni konflik di Suriah.

“Kita harus menggunakan G8 untuk berusaha menekan semua pihak untuk mewujudkan apa yang kita semua inginkan dalam KTT ini, yakni sebuah konferensi perdamaian, proses perdamaian dan langkah menuju pemerintahan transisi di Suriah,” kata Cameron.

Kepastian resmi Amerika bahwa pemerintah Suriah telah menggunakan senjata kimia akan mengeraskan tekad negara-negara Barat dalam KTT itu. Tetapi Rusia, anggota G8, kemungkinan akan terus menentang setiap langkah dari luar negeri untuk menggulingkan rezim Suriah.

Kadri Liik adalah seorang pakar Rusia di Dewan Eropa untuk Hubungan Luar Negeri.

"Mereka tidak perlu setuju dengan visi Barat untuk menyelesaikan konflik Suriah, tetapi pada saat bersamaan mereka tidak punya pengaruh dan kekuatan untuk memaksakan solusi mereka sendiri,” kata Liik.

Sementara itu, upaya G8 mengatasi masalah ekonomi dunia akan terhambat dengan tidak adanya banyak pemain kunci dalam perundingan itu, terutama China dan negara-negara lain yang telah berhasil mencapai kekuatan ekonomi sejak KTT itu dimulai 38 tahun yang lalu.

Stephen Pickford dari lembaga penelitian Chatham House di London dulu biasa ikut merencanakan KTT.

“Banyak isu yang mereka ingin atasi sesungguhnya cukup sulit diatasi tanpa keterlibatan negara-negara yang baru mencuat ekonominya. Namun demikian, G8 mungkin bisa menunjukkan sedikit peran kepemimpinan dan berusaha maju bersama,” ungkap Pickford.

Bagi G8, “maju bersama” mungkin lebih realistis dari pada terobosan-terobosan besar.
XS
SM
MD
LG