Tautan-tautan Akses

Pemilu Presiden di Madagaskar Berakhir


Presiden Madagaskar Andry Rajoelina (tengah) memasukkan kartu suara di Ambatobe, pinggiran ibukota Antananarivo, Madagaskar (25/10).

Presiden Madagaskar Andry Rajoelina (tengah) memasukkan kartu suara di Ambatobe, pinggiran ibukota Antananarivo, Madagaskar (25/10).

Tempat-tempat pemungutan suara (TPS) sudah ditutup di Madagaskar Jumat (25/10), di mana rakyat akan memilih presiden pertama mereka sejak kudeta tahun 2009.

Sebanyak 33 kandidat mengincar jabatan presiden. Namun, tak satu pun kandidat diperkirakan meraih cukup banyak suara untuk menghindari pemilihan babak kedua Desember nanti.

Menurut pengamat Pemilu asing, pemungutan suara secara umum berlangsung damai dan tidak terjadi masalah besar. Sejumlah pemilih mengeluhkan panjangnya antrian.

Madagaskar berusaha pulih dari kudeta yang menjerumuskan negara pulau di Afrika tersebut ke dalam krisis ekonomi. Tahun 2009, pemimpin yang berkuasa sekarang Andry Rajoelina merebut kekuasaan dari Presiden Marc Ravalomanana dengan bantuan militer.

Rajoelina mengambil alih kekuasaan sebagai pemimpin transisi tetapi ia gagal memenuhi janji, melangsungkan pemilu dalam dua tahun. Baik Rajoelina maupun Ravalomanana dilarang mencalonkan diri dalam pemilihan presiden itu.

Madagaskar kini salah satu negara yang lambat berkembang di dunia. Menurut Bank Dunia, 92 persen warganya hidup di bawah garis kemiskinan.

Jika tidak ada kandidat yang memenangi lebih dari 50 persen suara, pemilihan kedua akan diselenggarakan pada 20 Desember, bersama pemilihan anggota parlemen.
XS
SM
MD
LG